Suara Demokrasi | Sepanjang dalam kariernya sebagai sosok pejabat terkaya di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten berdasarkan data LHKPN 2025, Ati Pramudji Hastuti selalu lolos dari berbagai kasus temuan BPK terkait kelebihan pembayaran dalam beberapa kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinkes Provinsi Banten. Hal itu membuat Ati sering menjadi sorotan paling rutin di berbagai media online dan cetak, hingga menjadi salah satu pejabat selebritis di muka publik Banten.
Bagaimana tidak, setelah di tahun kemarin menurut sumber kabar pemberitaan di berbagai media, dia lolos dari temuan Badan Pemeriksa Keungan (BPK) RI yang konon menurut sumber berita telah diselesaikan secara dikembalikannya kerugian tersebut ke Kas Daerah (Kasda). Kini di tahun ini nama Ati kembali mencuat disorot pemberitaan oleh beberapa media online, telah ditemukan lagi oleh BPK, yaitu ada kelebihan bayar pada Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa “VIDEOTRON” dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Banten sejumlah Rp2,77 M. Dengan sering munculnya kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinkes Banten, yang selalu saja ditemukan kelebihan pembayaran oleh BPK sehingga Ati pun sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Banten layak mendapatkan julukan pejabat terkaya di Pemprov Banten paling populer disorot platform media sosial.
Apa lagi baru – baru ini telah viral pemberitaan di beberapa media sosial, saat Ati tengah diwawancarai oleh salah satu awak media online visual, begitu emosional dia dengan sikap arogansinya sempat membentak dengan nada keras ke salah satu awak media yang mencecarnya dengan pertanyaan temuan BPK terkait adanya dugaan kelebihan bayar di kegiatan Pengadaan Barang dan ajasa VIDEOTRON. Gestur mental Ati pada saat itu terkesan labil tidak terima ceceran pertanyaan tersebut, dan dengan spontan Ati telah memperlihatkan perilaku yang tidak elok sebagai pejabat publik. Hal itu Ati pantas diberikan apresiasi sebagai selebritis pejabat terkaya berkategori arogansi.
Ketika Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti dihubungi ingin diminta keterangan terkait apa alasan emosionalnya oleh awak media melalui chat Wa tidak terhubung, WA Ati masih dalam ceklis satu chat WA nya (Red).








