Utang Tuban Petro Dikonversi Jadi Saham Senilai Rp2,62 T

Pemerintah resmi mengkonversi sebagian besar utang PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro) menjadi saham. Konversi tersebut dilakukan dengan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,62 triliun atau setara dengan 157,91 ribu lembar saham perusahaan.

Penambahan PMN tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Penambahan PMN Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham PT Tuban Petrochemical Industries. Beleid tersebut ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 September 2019 dan diundangkan pada 23 September 2019 lalu.

Dalam pertimbangannya, Jokowi menjelaskan penambahan PMN tersebut dilakukan untuk menunjang pengembangan industri petrokimia nasional dan untuk memperbaiki struktur permodalan perusahaan.

“Dalam rangka pengembangan industri petrokimia nasional, penambahan penyertaan modal negara ditindaklanjuti dengan peningkatan modal PT Tuban Petrochemical Industries melalui penerbitan saham baru,” ungkap Jokowi dalam Pasal 5 PP66/2019, dikutip Kamis (3/10).

Penambahan PMN bersumber dari konversi piutang pemerintah berupa pokok multiyears bond Tuban Petro.

Sebagai informasi, utang Tuban Petro kepada pemerintah dimulai pada tahun 2004 silam, ketika perusahaan mengeluarkan obligasi multiyears yang diserap Kementerian Keuangan dengan pokok Rp3,26 triliun. Hanya saja, Tuban Petro dinyatakan gagal bayar pada tahun 2012.

Penambahan PMN tersebut mengakibatkan jumlah modal pemerintah pada perusahaan meningkat menjadi Rp2,91 triliun atau setara dengan 175,41 ribu lembar saham. Dengan kata lain, porsi kepemilikan saham pemerintah pada perusahaan naik dari 70 persen menjadi 95,9 persen.

Lebih lanjut, pengelolaan PMN berupa aset saham dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan aset eks badan khusus yang dibentuk dalam rangka penyehatan perbankan.

Sebelumnya, Sukriyanto selaku Direktur Utama Tuban Petro menyebutkan setelah sebagian besar utang dikonversi menjadi saham, perusahaan masih menyisakan utang sebesar Rp700 miliar yang akan dicicil dalam kurun waktu 10 tahun.

“Nantinya akan diangsur ke pemerintah selama kurang lebih 10 tahun ke depan, sambil kami mengembangkan kompleks petrokimia itu,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sebagai catatan, Tuban Petro adalah induk usaha PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), perusahaan yang diserahkan Grup Tirtamas Majutama untuk menyelesaikan utangnya kepada pemerintah.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191003115806-85-436342/jokowi-konversi-utang-tuban-petro-jadi-saham-senilai-rp262-t

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *