Polisi Ciduk Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia-Batam

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menciduk delapan orang pengedar narkoba jenis sabu  jaringan Malaysia-Batam-Jakarta. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita barang bukti yang berupa sabu seberat 9,5 kilogram.

“Ini jaringan Malaysia-Batam-Jakarta ya,” ungkap Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/9).

Argo menyebutkan penangkapan delapan tersangka berawal dari informasi tentang peredaran narkoba di wilayah Jakarta Utara pada bulan Agustus. Kedelapan tersangka yakni antara lain RUD, WAN, ZUL, LIS, MIN, BUS, TK dan JOEL.

Argo menjelaskan, pada penangkapan pertama, polisi menangkap tersangka RUD dan ZUL di Hotel Ayuda, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari tangan keduanya polisi memperoleh barang bukti berupa satu klip besar sabu seberat 350 gram, satu klip sabu seberat 92 gram, serta dua buah sepatu.

“Ternyata tersangka (RUD dan ZUL) membawa barang dengan dimasukkan ke sepatu, diinjak, dan dipakai sepatunya,” ungkap Argo.

Selanjutnya Polisi mengamankan TK serta meringkus MIN. Diketahui tersangka MIN adalah orang yang memerintahkan TK.Kemudian polisi melakukan pengembangan kasus dan meringkus tersangka WAN di Lubuk Baja, Kepulauan Riau. Polisi turut menyita barang bukti yang berupa dua ponsel, buku tabungan, dan sebuah dompet.

Argo mengatakan tersangka WAN memiliki peran sebagai pengemas barang haram tersebut untuk dimasukkan ke dalam sepatu dan dibawa ke Jakarta.

Diketahui, tersangka ZUL, RUD, dan WAN adalah satu kelompok. Mereka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari tersangka LIS.

Dari keterangan itu, polisi menciduk tersangka LIS di daerah Jakarta Timur. Kepada polisi, LIS mengaku menyimpan sabu dengan berat satu kilogram atas perintah tersangka TK.

“MIN mengaku menyuruh TK mengambil 1 kg sabu dengan upah Rp15 juta dan memerintahkan mendistribusikan kepada pembeli. Dia juga memesan 1 kg sabu kepada DPO Bule yang berada di Malaysia Rp500 juta, namun baru membayar Rp35 juta,” ungkap AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kasubdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya.

Polisi terus mengembangkan kasus, kemudian menciduk tersangka JOEL dan BUS di Batam. Polisi menduga tersangka JOEL berperan sebagai bandar narkoba dari jaringan tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Lebih lanjut, Calvijn mengatakan saat ini pihaknya masih mengejar empat tersangka lainnya yang berkaitan dengan jaringan tersebut.

“Sementara ini, masih pengejaran 4 DPO yakni YAN, BUL, UR, dan HIM, tim masih berada di Batam,” ungkap Calvijn.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190917220837-12-431398/polisi-ringkus-sindikat-narkoba-jaringan-malaysia-batam

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *