Pemangkasan Suku Bunga The Fed, Sri Mulyani Angkat Suara

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespon kebijakan Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) memotong suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu (18/9). Ia memandang kebijakan yang diambil The Fed merupakan langkah antisipatif dari pelemahan ekonomi global.

Tidak hanya The Fed, sejumlah bank sentral juga kompak memotong suku bunga. Pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) menurunkan suku bunga sebesar 0,1 persen menjadi -0,5 persen. Sebelumnya, Bank Sentral Australia juga memotong suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 1,50 persen menjadi 1,25 persen. Negara tetangga, Thailand juga memangkas tingkat suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,5 persen.

Bukan hanya dari sisi kebijakan moneter, ia menjelaskan sejumlah negara juga mengubah kebijakan fiskal untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi global. Namun demikian, ia menyatakan pemerintah tidak serta merta harus merespons perubahan kebijakan dari setiap negara.

“Interaksi ini nanti kami akan terus melihat sampai dengan tahun depan, sehingga mungkin kami tidak perlu harus terus menerus bereaksi terhadap keputusan tiap stage (tahapan),” ungkapnya, Kamis (19/9).

Akan tetapi, ia juga menyatakan pemerintah tetap akan waspada dan mencermati terhadap perubahan kebijakan di setiap negara, termasuk pula dampaknya bagi ekonomi Indonesia.

“Jadi kami tetap steady (siaga) atau stabil dalam melihat trennya itu mau kemana. Dan apa yang harus kami lakukan sebagai suatu negara dalam rangka memperkuat ketahanan kita dalam melihat ketidakpastian,” ujarnya.

Dampak kebijakan The Fed, ia melanjutkan, kepada setiap negara akan berbeda-beda. Hal yang pasti, imbas itu tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan kondisi lain dari sisi sentimen fiskal dan perdagangan.

“Kalau dari AS mereka melihat bahwa tanda-tanda adanya pelemahan ekonomi mereka akan mulai tahun depan. Itu menyebabkan mereka harus respons dari sekarang sehingga mereka tidak behind the curve,” ungkapnya.

Sebagai informasi, The Fed menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin dalam pertemuan komite pasar federal terbuka (FOMC) pada Rabu (18/9). Ini merupakan kali kedua The Fed memangkas suku bunga dalam tahun ini. Sebelumnya, The Fed juga menurunkan suku bunga 25 bps pada Juli.

Keputusan moneter ini juga turut mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190919105615-532-431893/sri-mulyani-angkat-suara-soal-pemangkasan-suku-bunga-the-fed

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *