MUI Sumbar Nyatakan Produk Makanan Bernama Setan Haram

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyatakan haram untuk memakai kata-kata neraka, setan, iblis, untuk dipakai sebagai nama produk makanan, minuman dan lainnya.

Pelabelan produk dengan memakai nama setan, iblis, dan neraka ini disebutkan MUI Sumbar karena dilarang dalam Islam yaitu¬†Manhiy ‘Anhu.

“Kalau menyangkut hal-hal yang prinsip di dalam Islam terkait soal akidah seperti kata neraka, setan, iblis maka hukumnya haram,” ungkap Gusrizal Gazahar, Ketua Umum MUI Sumbar dikutip dari¬†Antara.

Keputusan bidang fatwa tersebut diambil melalui Rapat Koordinasi Daerah MUI Sumbar dan MUI Kabupaten/Kota pada 20 Juli 2019 kemarin.

Selain soal neraka, setan, dan lainnya, sejumlah nama produk makanan dan minuman juga mengandung nama yang cenderung berbau seksi.

Terkait dengan akhlak dan etika seperti “mie caruik”, “ayam dada montok”, maka hukumnya adalah makruh.

MUI juga merilis beberapa rekomendasi terkait hal tersebut yaitu kepada pemerintah supaya melahirkan regulasi dalam rangka implementasi fatwa ini. Mereka juga mendesak pemerintah supaya menindaklanjuti fatwa ini dalam bentuk imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

MUI Sumbar juga mengimbau kepada semua lapisan masyarakat supaya tidak mengkonsumsi produk yang memakai nama-nama yang dilarang dalam fatwa ini.

Imbauan juga disampaikan kepada LPPOM MUI untuk tidak menerbitkan sertifikat halal terhadap produk yang memakai nama-nama yang tidak sesuai dengan syariat.

Dikeluarkannya fatwa haram terhadap pemakaian nama iblis, setan, dan neraka ini disebabkan karena banyaknya pemakaian kata-kata ‘nyeleneh’ untuk nama produk kuliner. Nama-nama yang aneh ini menjadi tren tersendiri di Sumbar dalam satu tahun terakhir.

Produk yang memakai kata “setan”, “neraka”, dan iblis biasanya untuk menggambarkan tingkat kepedasan ekstrem.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190929131352-20-435095/mui-sumbar-haramkan-produk-makanan-bernama-setan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *