Mentan Minta Produsen Besar Tahan Penjualan Ayam Demi Menjaga Harga

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian meminta para produsen daging ayam berskala besar untuk tidak langsung menjual hasil produksinya ke pasar tradisional.

Permintaan tersebut disampaikannya supaya harga ayam di peternak kecil tidak terpukul oleh kehadiran ayam produsen dengan skala besar tersebut.

Ia menerangkan saat ini, posisi produksi daging ayam sedang meningkat. Dengan kondisi tersebut, maka harga memiliki potensi untuk turun.

Penurunan akan semakin dalam jika perusahaan besar langsung menggelontorkan pasokannya ke pasar tradisional. Pasalnya, pedagang pasar tradisional akan mendapatkan limpahan pasokan.

Bila hal itu terjadi, maka pedagang akan membeli ayam peternak kecil dengan harga yang rendah. Tentunya pembelian dengan harga rendah tersebut akan menekan kehidupan peternak kecil.

“Makanya kami menghimbau perusahaan-perusahaan besar agar jangan langsung menjual ke pasar becek agar peternak kecil bisa bangkit, harganya bisa menguntungkan,” ungkap Amran di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/9).

Lebih lanjut, ia menyebutkan permintaan pemerintah ini seharusnya diikuti oleh perusahaan besar. Pasalnya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Kemitraan Usaha Peternakan telah mengatur tentang strategi penjualan tersebut.

Amran menyebutkan supaya penundaan hasil penjualan tersebut tidak merugikan, ia meminta pedagang besar untuk menampung kelebihan pasokan daging ayam sementara dalam mesin pendingin (cold storage).

Insya Allah bisa, kami kan ada permentan bahwa jangan masuk ke pasar becek, kemudian dikontrol doc (bibit) ayam, jangan sampai kelebihan pasokan,” ungkap dia.

Secara keseluruhan, Amran mengaku jumlah pasokan daging ayam akan aman sesuai dengan kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Sementara harga daging ayam menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) terbilang stabil di kisaran Rp32 ribu per kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir.

Begitu pula dengan jagung dan daging sapi. Khusus daging sapi, ia menyebut stok masih berkisar 18,2 juta ton hingga pertengahan September ini.

“Populasi sapi dulu, 2014, hanya 14 juta ton, posisi tadi 18,2 juta ton, itu 1 juta ton lebih populasi naik (per tahun),” ungkapnya.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190918124940-92-431553/jaga-harga-mentan-minta-produsen-besar-tahan-penjualan-ayam

Photo by e2ghost from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *