Kenaikan Stok di AS, Harga Minyak Tergelincir 2 Persen

Pada perdagangan Rabu (18/9), harga minyak dunia turun lebih dari 2 persen. Pasar merespons kenaikan stok minyak Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) bercokol pada level US$58,11 per barel atau terkoreksi sebesar 2,1 persen. Sedangkan Brent turun sebesar 1,5 persen menjadi US$63,6 per barel.

Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menjelaskan stok minyak di Negeri Paman Sam naik 1,1 juta barel pekan lalu. Realisasi tersebut berbanding terbalik dengan prediksi analis yang menilai harga minyak akan turun hingga 2,5 juta barel.

Tidak hanya itu, harga minyak juga tertekan usai bank sentral AS Federal Reserve memotong suku bunga acuan sebanyak dua kali pada tahun ini.

Sementara itu, komitmen Arab Saudi untuk mengembalikan produksi seperti semula juga mempengaruhi penurunan harga minyak. Sebelumnya, serangan pesawat tanpa awak (drone) terhadap dua fasilitas perusahaan Saudi Aramco pada Sabtu (14/9) dini hari telah memotong kapasitas produksi minyak Arab Saudi mencapai 50 persen.

Serangan tersebut juga sempat membuat harga minyak melonjak lebih dari 10 persen. Namun, harganya kembali anjlok usai Pangeran Abdulaziz bin Salman, Menteri Energi Arab Saudi menyatakan kerajaan telah mengembalikan pasokan minyak kepada pelanggan seperti sebelum terjadi serangan.

“Serangan itu merupakan eskalasi yang jelas dalam ketegangan Timur Tengah yang sedang berlangsung. Rilis stok minyak dan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak pada akhirnya akan menentukan pergerakan harga di masa depan,” ucap Pusat Studi Kajian Strategis & Internasional, dikutip Kamis (19/9).

Pihak Arab Saudi mengatakan rata-rata produksi minyak negara itu pada September dan Oktober 2019 diperkirakan menjadi 9,89 juta barel per hari (bph) dan 12 juta barel per hari pada akhir bulan depan. Angka tersebut sesuai dengan kapasitas produksi minyak Arab Saudi sebelum serangan pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa Republik Islam adalah dalang di balik serangan fasilitas minyak milik Arab Saudi. Dalam hal ini, Arab Saudi memang dikenal sebagai sekutu dekat AS.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190919073023-85-431787/harga-minyak-tergelincir-2-persen-dipicu-kenaikan-stok-di-as

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *