KA Bandara Mulai Operasi dari Stasiun Manggarai Oktober 2019

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pada awal Oktober 2019 Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mulai beroperasi dari dan ke Stasiun Manggarai, Jakarta.

Operasional menyusul rampungnya pembangunan infrastruktur stasiun kereta bandara di Stasiun Manggarai.

“Dengan dioperasikannya Stasiun KA Bandara, maka KA Bandara (Soetta) sudah bisa menaikkan dan menurunkan penumpang dari Stasiun Manggarai,” ungkap Heru Wisnu, Direktur Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub melalui keterangan resmi, Senin (24/9).

Stasiun KA Bandara di Stasiun Manggarai, Ia melanjutkan, telah dinyatakan layak beroperasi. Sebelumnya, Kemenhub telah melakukan uji prasarana meliputi uji terhadap Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan gedung utama area KA Bandara.

“Saat ini PT Railink sedang memasang petunjuk untuk memudahkan penumpang,” ucap dia.

Sementara itu, Zamrides selaku Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  mengatakan pihaknya telah melakukan uji keselamatan (safety assessment). Hasilnya, hanya terdapat sejumlah kesalahan minor yang perlu diperbaiki.

“Yang kurang hanya pemberian tanda identifikasi naik dan turun pada eskalator, serta pembersihan area jembatan penyeberangan orang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan Stasiun KA Bandara di Manggarai, adalah bagian dari paket A pembangunan Double-Double Track (DDT) atau jalur dwi ganda yang menyambungkan rute Manggarai-Bekasi (Cikarang). Pembangunannya dimulai pada Agustus 2015 lalu.

Pembangunan jalur dwi ganda ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalur kereta api dengan memisahkan antara jalur kereta api jarak jauh (main line) dengan jalur Kereta Rel Listrik (KRL).

Awalnya, ada tujuh jalur aktif kereta api dari enam arah. Semua operasional tersebut berada dalam satu bidang sehingga menyebabkan antrian ketika memasuki Stasiun Manggarai.

Antrian bertambah dan mengganggu kelancaran arus penumpang seiring dengan peningkatan jumlah penumpang kereta api.

Karenanya, Stasiun Manggarai dikembangkan menjadi bertingkat, untuk memisahkan jalur sehingga dapat mengikis antrian kereta masuk.

“Setelah stasiun selesai dibangun, akan mendukung target penumpang per hari sebanyak 1,2 juta pada 2019,” terangnya.

Setelah pembangunan selesai, maka pengaturan Stasiun Manggarai menjadi seperti berikut:

  1. KA jarak jauh akan berakhir di Stasiun Manggarai dan Pasar Senen. Dengan begitu, jalur KRL tidak akan berpotongan dengan KA jarak jauh di lintas tengah yaitu Manggarai-Kota.

    2. KA jarak jauh akan terpisah dengan KRL dari Bekasi dengan didirikannya DDT dari Manggarai-Bekasi.

    3. Jalur KRL dari Bekasi akan terpisah dengan jalur KRL dari Bogor. KRL tujuan Bekasi-Tanahabang-Jatinegara berada di lantai I Stasiun Manggarai sedangkan KRL Jakarta-Bogor akan berada di lantai III Stasiun Manggarai.

    4. KA Bandara akan beroperasi di lantai I Stasiun Manggarai. Rutenya mengcover Manggarai-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta.

    5. Lantai II Stasiun Manggarai akan dipergunakan khusus untuk layanan penumpang dan area komersial.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190923125554-92-432973/ka-bandara-mulai-operasi-dari-stasiun-manggarai-oktober-2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *