Harga Minyak Mentah Tertekan Akibat Perang Dagang

Pada akhir pekan lalu harga minyak mentah dunia terkoreksi tipis. Koreksi terjadi lantaran pasar cemas dengan kelanjutan perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar Amerika Serikat (AS) dan China.

Mengutip Reuters, Senin (23/9), minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 4 sen ke level US$58,09 per barel sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 12 sen menjadi US$64,28 per barel.

Pelemahan harga minyak mentah dunia seiringan dengan penurunan harga saham setelah pejabat pertanian China tidak jadi mengunjungi kawasan pertanian di AS, seperti Nebraskan dan Montana pada pekan ini.

Pembatalan terjadi karena Donald Trump selaku Presiden AS meminta kesepakatan perdagangan yang lebih lengkap dengan negara Asia, bukan hanya perjanjian bagi China untuk membeli lebih banyak hasil pertanian AS.

Kendati pada akhir pekan kemarin harga minyak mentah dunia berakhir merah, tetapi harganya menguat jika diakumulasi selama satu pekan terakhir.

Harga minyak mentah berjangka Brent tercatat naik 6,7 persen. Kemudian, penguatan harga minyak mentah berjangka WTI juga tercatat naik 5,9 persen.

Bahkan harga minyak sempat melonjak hingga lebih dari 10 persen karena serangan pesawat tanpa awak (drone) terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi pada dua minggu yang lalu.

Serangan itu memotong 50 persen dari produksi minyak mentah Arab Saudi sekaligus membatasi kapasitas cadangan negara tersebut.

Produsen AS dikatakan sedang mengunci keuntungan pada tahun ini pasca harga minyak naik signifikan usai serangan di Arab Saudi.

U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menyatakan manajer keuangan menaikkan posisi beli di minyak berjangka AS sebanyak 11.209 kontrak menjadi sebanyak 220.758 kontrak hingga 17 September 2019.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190923063309-85-432835/perang-dagang-harga-minyak-mentah-tertekan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *