Harga Gabah Naik, pada Agustus Daya Beli Petani Menguat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat daya beli petani pada bulan Agustus 2019 menguat. Hal tersebut tercermin dari angka nilai tukar petani (NTP) nasional pada bulan lalu yang tercatat sebesar 103,22 atau naik 0,58 persen ketimbang NTP Juli 2019.

Sebelumnya, NTP adalah indeks perbandingan harga yang diterima dan biaya yang dibayar petani. Artinya, jika NTP menurun, daya beli petani turut melandai. Sebaliknya, jika NTP merangkak, daya beli petani turut menguat.

“Salah satu penyebab kenaikannya (NTP) adalah kenaikan harga gabah dan jagung,” ungkap Suhariyanto, Kepala BPS di kantornya, Senin (2/9).

Menurut pemantauan BPS di 2.214 transaksi penjualan gabah di 30 provinsi, harga gabah petani menanjak pada Agustus 2019.

Untuk harga Gabah Kering Giling (GKG) Agustus 2019 secara bulanan naik sebesar 0,6 persen dari Rp5.277 per kg menjadi Rp5.309 per kg. Secara tahunan, harga GKG juga menguat tipis 0,02 persen.

Kenaikan juga terjadi pada harga Gabah Kering Panen (GKP) naik sebesar 3,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dari Rp4.618 per kilogram (kg) menjadi Rp4.759 per kg. Namun, secara tahunan, GKP Agustus 2019 merosot sebesar 0,36 persen.

Di tingkat penggilingan, GKP secara bulanan merangkak sebesar 3,04 persen menjadi Rp4.856 per kg. Harga GKG juga naik sebesar 0,71 persen menjadi Rp5.423 per kg. Secara tahunan, harga GKP turun sebesar 0,3 persen tetapi GKG naik sebesar 0,43 persen

Kenaikan harga gabah dan jagung meyebabkan NTP subsektor tanaman pangan pada bulan lalu menyentuh angka 104,75 atau meningkat 1,1 persen ketimbang Juli 2019.

Peningkatan juga terjadi pada NTP subsektor hortikultura sebesar 0,3 persen menjadi 103,67. Pemicunya berasal kenaikan harga beberapa komoditas perkebunan seperti cabai merah dan cabai rawit.

Berikutnya, NTP subsektor peternakan juga meningkat sebesar 0,97 persen menjadi 109,72.

Di sektor perikanan, NTP tercatat menanjak sebesar 0,6 persen menjadi 107,3.

Sementara itu, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat tercatat anjlok sebesar 0,43 persen menjadi 93,82.

“Komoditas yang menyebabkan penurunan NTP untuk petani tanaman perkebunan rakyat antara lain adalah penurunan harga karet, kopi, dan kakao,” terangnya.

Harga Beras Naik

Seiring dengan kenaikan harga gabah yang mengerek daya beli petani, harga sebagian besar jenis beras di tingkat penggilingan pada Agustus 2019 juga turut semakin mahal.

Secara bulanan, harga beras jenis premium naik sebesar 0,11 persen apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi Rp9.530 per kg.

Demikian pula, harga beras kualitas medium yang meningkat sebesar 0,14 persen apabila menjadi Rp9.224 per kg. Kenaikan juga terjadi pada harga beras dengan kualitas rendah sebesar 0,19 persen menjadi Rp8.953 per kg.

Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, harga ketiga jenis beras juga lebih mahal di mana untuk beras kualitas rendah harganya naik sebesar 0,79 persen, medium 0,56 persen, dan premium 0,76 persen.

Di tingkat konsumen, harga beras baik grosir ataupun eceran merosot masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,09 persen. Kondisi ini menyebabkan harga beras tidak menyumbangkan inflasi pada Agustus 2019 yang tercatat sebesar 0,12 persen.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190902161251-532-426861/harga-gabah-naik-daya-beli-petani-menguat-pada-agustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *