TNI AU Dirikan 2 Skuadron untuk Perkuat Pertahanan Indonesia Timur

Marsekal Yuyu Sutisna, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU)  mengaku akan mendirikan dua skuadron dan satu markas demi memperkuat pertahanan udara Indonesia bagian timur.

Hal ini dalam rangka menindaklanjuti komitmen pembangunan pertahanan di wilayah timur Indonesia. TNI AU sendiri tengah membangun Korps AU III, TNI Angkatan Laut juga membangun Armada Laut III dan tidak ketinggalan pula TNI Angkatan Darat.

“Nah, sebagai tindak lanjut dari itu kami akan menempatkan beberapa skuadron di wilayah timur, untuk yang pertama kita tempatkan satu skuadron pesawat angkut dalam hal ini TN 235 yang akan ditempatkan di Biak, kemudian kami akan meresmikan satu skuadron Hercules di Makassar, dan kami juga sekarang sedang membangun Markas Komando Korps AU III di Biak”, terang Yuyu, di Lapangan Udara (Lanud) Dominicus Dumatubun, Langgur, Maluku Tenggara, Rabu (13/6) dikutip dari Antara.

Dalam lawatan kerja tersebut, Yuyu menyebutkan Lanud Dominicus Dumatubun Langgur milik TNI AU tersebut memiliki letak posisi yang strategis untuk pertahanan di wilayah timur Indonesia.

“Kami merasa bahwa Lanud Dumatubun milik TNI AU sangat strategis untuk pertahanan, karena dilihat dari segi geografis, selain itu juga apabila kita hadapkan dengan kondisi sekarang bahwa di sini dekat dari laut kepulauan III yang harus kita amankan, karena itu merupakan alur bebas baik dari segi laut maupun udara sehingga rawan akan pelanggaran”, ungkap dia.

Itu, kata Yuyu, dibuktikan dalam peristiwa perebutan Irian Barat dari Belanda melalui Operasi Trikora. Pada peristiwa tersebut, lanud dijadikan tempat untuk mendukung operasi.

Namun, kendati demikian, KSAU mengaku Lanud Damatubun belum dapat dibangun maksimal segera lantaran pembangunan pertahanan ada skala prioritasnya.

“Kami TNI sekarang lagi membangun ada lima pangkalan dengan proritas dan terintegrasi yang yakni di Natuna, Saumlaki, Biak, dan Morotai,” katanya.

Lanud Dumatubun adalah salah satu tempat yang menjadi rangkaian kunjungan kerja KSAU selama tiga hari di wilayah timur Indonesia. Tempat lainnya antara lain adalah Biak, Morotai, Kendari, dan Makassar.

Di tempat yang sama, M. Thaher Hanubun selaku Bupati Maluku Tenggara mengatakan Kepulauan Kei yang ada di wilayahnya, yang terletak diantara laut Arafura dan Laut banda serta berhadapan langsung dengan Australia, strategis untuk menjadi basis kekuatan pertahanan. Hal itu terjadi semenjak peristiwa perebutan Irian Barat dari Belanda.

“Kepulauan Kei pada massa itu mampu mengoperasikan dua bandara penting yaitu bandara Letvuan dan Lanud Dumatubun,” ungkap dia.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613074004-20-402885/perkuat-pertahanan-indonesia-timur-tni-au-bangun-2-skuadron

Photo by Inge Wallumrød from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *