Tidak Ada Pembatasan Jika Tidak Ada Kegiatan Ekstrem di Medsos

Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) menyatakan, pemerintah tidak akan membatasi akses media sosial selama sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), jika situasinya kondusif.

Eks panglima ABRI ini menyebutkan pemerintah membatasi akses media sosial ketika kerusuhan 22 Mei pecah lantaran masifnya peredaran hoaks yang bisa menyebabkan perpecahan di masyarakat.

Oleh sebab itu, jika situasi selama sidang MK berlangsung dengan kondusif, pemerintah tidak akan membatasi akses media sosial.

“Saya sudah berjanji kalau keadaannya cukup aman, tidak ada kegiatan medsos yang ekstrem ya tidak akan diapa-apain (dibatasi media sosial). Ngapain cari kerjaan seperti itu dan kemudian merugikan kepentingan masyarakat. Enggak mungkin,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Ia menyebutkan pemerintah langsung menghentikan pembatasan media sosial setelah situasi di dunia maya kembali kondusif usai kerusuhan 22 Mei.

Wiranto menyebutkan, pada waktu itu pemerintah memutuskan untuk membatasi media sosial meskipun membawa efek negatif, khususnya bagi pelaku usaha ekonomi digital.

Ia pun menuturkan pemerintah telah meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan tersebut. Oleh sebab itu, dia meminta partisipasi dari masyarakat untuk menjaga kondusivitas di media sosial selama sidang MK berlangsung supaya tidak menimbulkan konflik horisontal di lapangan.

“Kala tidak ingin dilemotkan (dibatasi), kalau tidak ingin diganggu lagi medsos itu ya kami mengharapkan masyarakat berpartisipasi. Jangan membiarkan hoaks yang negatif, merusak, bohong, mengadu domba, itu dibiarkan berkeliaran di negara Indonesia, kan begitu,” ujar Wiranto.

“Walaupun memang Kementerian Kominfo telah melakukan langkah untuk men-take down dari situs yang nyata menyebarkan berita itu. Tapi kan ada banyak, ratusan ribu. Kami sudah men-take down. Kemarin aja sudah ada 700an itu masih kecil,” imbuh dia.

 

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2019/06/13/19031891/wiranto-kalau-tak-ada-kegiatan-ekstrem-di-medsos-tak-ada-pembatasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *