Sejumlah 31 Kapal Perintis di Maluku dan Maluku Utara Telah Dioperasikan Kemenhub

Melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan pemerintah telah mengalokasikan 31 kapal dari total 113 kapal yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan untuk melayani masyarakat di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Hal tersebut dilakukan demi mendukung konektivitas di wilayah Maluku dan Maluku Utara. “Begitu pentingnya konektivitas di wilayah Maluku dan Maluku Utara, Pemerintah mengalokasikan 22 kapal perintis untuk provinsi Maluku dan 9 kapal perintis untuk propinsi Maluku Utara,” ungkap Wisnu Handoko, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, dalam keterang tertulisnya, Sabtu (22/6/2019).

Menurutnya, dengan jumlah 31 kapal yang dipangkalkan di wilayah Maluku dan Maluku Utara dari keseluruhan 113 kapal perintis menjadikan Maluku dan Maluku Utara mendapatkan alokasi kapal perintis sebanyak 28 persen dari jumlah keseluruhan kapal perintis yang ditempatkan di seluruh wilayah di Indonesia.

“Provinsi Maluku dan Maluku Utara merupakan provinsi yang sangat mendapatkan perhatian Pemerintah pusat di sektor transportasi laut melalui program Tol Laut dengan 31 kapal perintis, mengingat Provinsi Maluku dan Maluku Utara secara geografis merupakan daerah kepulauan. Kondisi ini menjadikan provinsi Maluku menjadi provinsi yang memiliki paling banyak kapal angkutan laut perintis,” ungkap dia.

Wisnu mengatakan pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin untuk pengaturan pada masa docking kapal perintis supaya tidak sampai berdampak pada konektivitas dan krisis kebutuhan barang pokok dan penting.

Berbagai langkah akan ditempuh oleh pemerintah demi memastikan keberlangsungan pelayanan kapal perintis baik dengan cara mendatangkan kapal pengganti ataupun deviasi modifikasi rute kapal perintis.

“Terkait dengan adanya isu tidak adanya kapal perintis di Pulau Seram yang bisa mengangkut masyarakat untuk memanen hasil kebun di Pulau Teon, Nila dan Serua dikarenakan kapal-kapal perintis yang melayani selama ini harus docking untuk keselamatan pelayaran, Pemerintah telah mengerahkan Kapal KM. Sabuk Nusantara 71 yang diperbantukan melayani masyarakat di Pulau Seram mulai 26 Juni 2019,” ungkap Wisnu.

Tidak hanya itu, sejumlah 5 kapal cadangan yang bertempat di wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah juga dikerahkan menuju Wilayah Maluku untuk mengangkut dan melayani masyarakat di Pulau Seram tersebut.

Sedangkan pelayanan kapal perintis di wilayah lainnya di Propinsi Maluku dan Maluku Utara tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasanya.

 

Sumber: https://money.kompas.com/read/2019/06/22/193900626/kemenhub-operasikan-31-kapal-perintis-di-maluku-dan-maluku-utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *