Polri Tak Beri Izin Aksi Massa di Depan Gedung MK

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan pihaknya tidak akan mengizinkan massa yang akan melakukan aksi di depan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengawal persidangan PHPU Pilpres 2019 di MK pada Jumat (14/3).

Tito menyebutkan pihaknya kerap berkomunikasi dengan pihak intelijen terkait pergerakan massa. Ia pun menyebut bakal ada pergerakan massa menjelang sidang tersebut.

“Untuk saat ini kami melihat bahwa kemungkinan ada, tetap ada massa yang menyampaikan aspirasi. Tapi tidak kita perbolehkan [lakukan aksi] di depan MK,” ucap Tito di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (13/6).

Sebab, aksi tersebut dapat mengganggu ketertiban publik, jalan umum dan bahkan hak asasi orang lain.

Menurut dia, larangan tersebut diatur berdasarkan Pasal 6 Undang-Udang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Ia mengaku tidak mau mengambil risiko jika terjadi kerusuhan. Menurutnya, semua pihak belajar dari peristiwa kerusuhan 22 Mei di depan gedung Bawaslu.

“Kita juga belajar dari kasus Bawaslu, memberikan diskresi membolehkan kegiatan malam hari di jalan umum, ternyata disalahgunakan,” ungkap dia.

Sebelumnya, di media sosial telah beredar seruan untuk datang ke gedung MK untuk mengawal sidang sengketa Pilpres 2019.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190613123633-20-402946/kapolri-tak-akan-izinkan-aksi-massa-di-depan-gedung-mk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *