Pemerintah akan Bebaskan Pajak Sewa Pesawat

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk maskapai yang menyewa jasa pesawat dari luar negeri.

Hal tersebut dilakukan supaya maskapai penerbangan Indonesia dapat semakin kompetitif dengan maskapai penerbangan asing.

Suahasil Nazara selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyebutkan, pihaknya sedang memfinalisasi revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2015 Tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu dan Penyerahan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut PPN.

Meskipun demikian, Suahasil membantah jika upaya tersebut adalah bagian dari strategi pemerintah menurunkan harga tiket pesawat yang cenderung mahal sejak awal tahun ini.

“Ini timing-nya bertepatan dengan berita harga tiket mahal saja. Tapi pas mau revisi ini kita sudah dari jauh hari, kita mau revisi berkaitan dengan daya saing airlines kita,” ungkap dia di Jakarta, Jumat (21/5/2019).

Meskipun, dia tidak menampik kebijakan tersebut diharap mampu mengurangi beban biaya yang harus dibayarkan oleh maskapai.

Suahasil pun menerangkan, pajak bukanlah satu-satunya komponen di dalam struktur pembiayaan. Masih ada komponen lain, seperti biaya jasa bandara hingga harga bahan bakar.

Adapun dia menuturkan, perubahan beleid ini merupakan upaya pemerintah supaya maskapai penerbangan Indonesia dapat lebih bersaing dengan maskapai penerbangan luar negeri.

Sebab, peraturan lama mengatakan, maskapai yang menyewa jasa pesawat asing dikenai dengan PPN sebesar 10 persen.

Padahal, dalam aturan internasional sea pesawat asing tidak dikenakan PPN. “Di luar negeri juga enggak dikenakan. Kalau dikenakan, airlines kita enggak kompetitif. Supaya kompetitif, kita sudah rencanakan untuk membebaskan itu,” kata dia.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2019/06/22/100000526/pemerintah-bakal-hapus-pajak-sewa-pesawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *