Rupiah Melemah Lagi Pagi Ini Usai Menguat Sejak Kamis

Pada perdagangan di pasar spot Rabu (29/5) pagi nilai tukar rupiah menempati posisi Rp14.386 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini melemah sebesar 0,08 persen ketimbang penutupan Selasa (28/5) yakni Rp14.375 per dolar AS.

Pergerakan mata uang utama Asia cenderung bervariasi terhadap dolar AS pada pagi hari ini. Terdapat mata uang yang melemah seperti ringgit Malaysia sebesar 0,12 persen, baht Thailand sebesar 0,02 persen, peso Filipina sebesar 0,18 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,43 persen.

Kemudian, ada juga mata uang yang menguat terhadap dolar AS, seperti yen Jepang sebesar 0,06 persen dan dolar Singapura sebesar 0,01 persen. Sementara dolar Hong Kong tidak memperlihatkan pergerakan terhadap dolar AS.

Di sisi lain, mata uang negara maju memperlihatkan penguatan terhadap dolar AS. Pagi ini, euro tercatat mengalami penguatan sebesar 0,08 persen, dolar Australia menguat 0,06 persen, dan poundsterling Inggris menguat 0,01 persen.

Ibrahim selaku Direktur Utama PT Garuda Berjangka menuturkan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, utamanya faktor perang dagang.

Perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa negara adidaya itu belum siap membuat kesepakatan dengan rivalnya, China.

Bahkan, ia mengatakan bahwa tarif AS terhadap barang impor China di masa depan bisa semakin besar. Kondisi ini, menurut dia, investor khawatir bahwa perang dagang tidak akan selesai.

Kemudian, hasil pemilihan umum parlemen Uni Eropa juga membuat indeks dolar AS kian perkasa. Sebab, setelah hasil pemilu keluar Senin (27/5), ternyata parlemen dari 28 negara anggota Uni Eropa telah membuat kubu-kubu tersendiri.

Ini yang membuat para pelaku pasar melepas euro sebagai aset aman (safe haven) dan kembali lagi menggenggam dolar AS.

Namun, terdapat kemungkinan pelemahan rupiah bisa tertahan karena kini imbal dari hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun sedang berada di kisaran terendah sejak September 2017.

Kini, imbal hasilnya berada pada angka 2,253 persen atau sudah membaik dibanding kemarin 2,243 persen.

Dari sisi dalam negeri, tensi politik seusai kerusuhan pada 21 dan 22 Mei kemarin sudah mulai mereda. Kini, investor sedang menanti (wait and see) kepastian pemilihan presiden pasca Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

“Tinggal menunggu putusan MK dan sepertinya proses tahapan Pemilu 2019 sudah selesai. Untuk hari ini, rupiah di rentang Rp14.346 hingga Rp14.395 per dolar AS,” terang Ibrahim, Rabu (29/5).

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190529082124-78-399335/setelah-menguat-sejak-kamis-rupiah-melemah-lagi-pagi-ini

Image by ASSY from Pixabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *