Per 27 Mei 2019 Anggaran Kemensos Sudah Terpakai 47 Persen

Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat realisasi penggunaan anggaran tahun ini per 27 Mei 2019 kemarin telah mencapai angka Rp27,99 triliun atau setara dengan 47,47 persen dari total pagu sebesar Rp58,96 triliun. Penggunaan terbesar berupa penyaluran bantuan sosialĀ (bansos) kepada masyarakat.

Agus Gumiwang selaku Menteri Sosial menuturkan realisasi penggunaan anggaran bisa dibilang sudah cukup besar dalam lima bulan pertama karena pemerintah memang mempercepat penyaluran bansos.

Tercatat, total jumlah bansos yang telah dialirkan ke masyarakat telah mencapai angka Rp26,7 triliun atau setara 48,86 persen dari total pagu Rp54,35 triliun.

“Meski realisasi cukup cepat, tapi kami terus mengupayakan ketepatan sasarannya,” ungkap Agus ketika rapat bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (28/5).

Berdasarkan dari jenis belanja, realisasi belanja yang sudah digunakan cukup besar adalah pos belanja pegawai. Pagu anggaran pos tersebut telah digunakan sebesar Rp189,52 miliar atau setara 39,24 persen dari total alokasi Rp483,02 miliar.

Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat berupa pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran dan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kemudian, alokasi belanja barang sudah digunakan Rp1,06 triliun atau 27,87 persen dari pagu Rp3,9 triliun.

Sementara itu, alokasi belanja modal malah menjadi pos belanja yang paling ‘seret’ realisasinya. Tercatat, per 27 Mei 2019 baru sekitar Rp12,31 miliar anggaran yang digunakan. Jumlah tersebut setara 5,66 persen dari alokasi pagu yang sebesar Rp217,83 miliar.

Menurut unit kerja, realisasi penggunaan anggaran belanja kementerian terbesar bersumber dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial. Unit kerja ini adalah penanggung jawab program bansos yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

Realisasi penggunaan anggarannya telah mencapai Rp20,01 triliun atau sebesar 57,51 persen dari pagu Rp34,8 triliun.

Realisasi terbesar kedua bersumber dari Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin dengan jumlah anggaran yang digunakan telah mencapai Rp7,36 triliun atau 34,4 persen dari pagu Rp21,4 triliun.

Disusul, Inspektorat Jenderal (Itjen) yang mencapai Rp15,97 miliar atau setara dengan 33,77 persen dari alokasi Rp47,3 miliar.

Kemudian, penggunaan anggaran Sekretariat Jenderal (Setjen) sudah terpakai sebesar Rp92,81 miliar atau setara 24,94 persen dari Rp372,22 miliar.

Sisanya, tiga unit kerja dengan penyerapan anggaran terendah, yaitu Badan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, Pengembangan, dan Penyuluhan Sosial sebesar Rp179,1 miliar atau setara 24,76 persen dari pagu Rp723,28 miliar.

Kemudian, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial mencapai Rp103,63 miliar atau sebesar 23,09 persen dari pagu dan Direkorat Jenderal Rehabilitasi Sosial sebesar Rp219,46 miliar atau setara 18,86 persen dari pagu.

Meskipun demikan, Kementerian Sosial sejatinya sedang mengajukan usulan perubahan anggaran kepada Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebab, kementerian melihat ada sejumlah program yang membutuhkan tambahan anggaran mencapai Rp115 miliar.

Namun, kebutuhan tambahan tersebut dapat dicover dengan pemangkasan anggaran di pos lain. Salah satunya dengan memangkas anggaran bansos sebesar Rp100 miliar.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190528203747-532-399273/anggaran-kemensos-sudah-terpakai-47-persen-per-27-mei-2019

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *