Penyebab KPPS Meninggal Karena Kelelahan Butuh Bukti Medis

Djazuli Ambari, Ketua Umum Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berharap ada audit medis dan forensik untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya para petugas Kelompok Penyeleggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019.

Menurut Djazuli, audit forensik bisa berupa autopsi. Keterangan lengkap yang didapat dari audit tersebut, sambung dia, bisa menjadi pijakan pertimbangan dalam membuat regulasi untuk pemilu mendatang.

“Audit medis dan forensik ini bisa berisi laporan kronologis medis perawatan dari korban sampai meninggal dunia,” terang  Djazuli melalui siaran persnya, Kamis (9/5).

Djazuli menyebutkan dugaan faktor kelelahan yang menjadi penyebab meninggalnya para petugas pemilu harus dibuktikan secara medis.

Apalagi, ucap dia, syarat untuk menjadi petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan melampirkan surat keterangan sehat dari Puskesmas dan Rumah sakit memperkuat dilakukannya audit medis.

“Kalau kemudian dinyatakan sehat dan terjadi seperti ini (banyak yang meninggal) justru memperkuat perlunya audit medis dan forensik,” ungkap dia.

BSMI, kata Djazuli, merekomendasikan diterapkan batas maksimal usia petugas penyelenggara dalam pesta demokrasi ke depan. Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan unsur tenaga medis dalam KPPS atau PPK untuk menghindari peristiwa serupa.

“Kita berharap dari sisi medis ada peningkatan kualitas dengan melakukan berbagai upaya antisipasi agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan setiap pemilu digelar,” ucap dia.

Diketahui, terdapat 554 orang petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. Jumlah tersebut terdiri dari anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panwaslu, dan Polri.

KPU mencatat anggota KPPS yang meninggal sebanyak440 orang. Sedangkan Bawaslu mencatat ada sebanyak 92 orang panitia pengawas pemilu yang meninggal dan Polri mencatat ada sebanyak 22 anggotanya yang meninggal.

Sebelumnya  Viryan Aziz, Komisioner KPU menyebut pihaknya telah melakukan audit medis terhadap petugas KPPS yang meninggal ketika menjalankan tugas.

“Petugas yang meninggal terjadi lagi dan memang ini hal yang tidak kita inginkan. Namun santunan kita percepat prosesnya dan kami melakukan audit medis terhadap rekan-rekan kami yang meninggal,” ucap Viryan ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (8/5).

Viryan tidak menerangkan maksud audit medis. Namun ia menekankan KPU bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendampingan medis para petugas di lapangan selama bertugas.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190509200839-32-393545/bsmi-faktor-lelah-penyebab-kpps-meninggal-butuh-bukti-medis

Foto: https://www.pexels.com/photo/blue-and-silver-stetoscope-40568/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *