Pemerintah akan Finalisasi Penurunan Harga Tiket Pesawat BesokPemerintah akan Finalisasi Penurunan Harga Tiket Pesawat Besok

Pemerintah akan memfinalisasi penurunan tarif batas atas tiket pesawat Senin (13/5). Susiwijono Moegiarso selaku Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menuturkan finalisasi akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan perwakilan dari PT Garuda Indonesia (Persero)Tbk.

Dengan finalisasi tersebut Ia berharap penurunan tarif batas atas tiket pesawat dari Kementerian Perhubungan dapat langsung disetujui, ditetapkan, dan berdampak pada penurunan tarif tiket pesawat pada Senin (13/5) besok.

Kementeriannya ingin penurunan tarif batas atas bisa langsung diterapkan pada Senin besok supaya maskapai bisa langsung menurunkan tarif tiket pesawat yang dijualnya pada hari yang sama.

Lebih lanjut, ia mengatakan penurunan tarif tiket pesawat perlu diusahakan secepatnya lantaran masa mudik Lebaran 2019 sudah semakin dekat. Namun, pada waktu yang bersamaan masyarakat masih belum dapat mengamankan kebutuhan akses transportasi untuk kembali ke kampung halamannya.

“Janjinya, finalisasi Senin besok. Ya semestinya harus langsung berdampak, begitu tarif batas atas diturunkan mau tidak mau¬†selling-nya (harga penjualan) turun,” ujar Susi, begitu ia akrab disapa, Jumat (10/5).

Susi menyebutkan intervensi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap harga tiket pesawat sekarang ini tidak melanggar aturan.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mempunyai fungsi kontrol pada tarif batas atas dan bawah tiket pesawat yang dijual oleh maskapai nasional.

Ia menyebutkan maskapai harus menghargai intervensi yang dilakukan oleh pemerintah tersebut, apalagi peran persaingan harga masih bisa berlaku pada proses bisnis penerbangan.

“Ini bukan intervensi, tapi fungsi kontrol. Undang-undang memperbolehkan. Justru gunanya range (batas tarif) itu agar mereka bisa berkompetisi sendiri dalam range harga yang kami kontrol,” ungkapnya.

Di sisi lain, Susi juga memastikan kebijakan ini tidak serta merta memberikan tekanan kepada Garuda Indonesia.

Pasalnya, perusahaan pelat merah tersebut merupakan maskapai nasional dengan pelayanan penuh (full service) yang sejatinya memiliki hak untuk memasang tarif yang lebih tinggi dan mendekati tarif batas atas.

Hal ini lantaran maskapai menyediakan kualitas pelayanan yang memang lebih tinggi daripada maskapai lain yang notabenenya merupakan maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC).

“Justru itu, yang dirapatkan kemarin itu bagaimana dibuat harga yang realistis, tapi tidak merugikan pihak mana pun,” kata dia.

Sebelumnya, permasalahan tingginya tarif tiket pesawat sudah dikeluhkan oleh banyak pihak, mulai dari pengusaha, masyarakat, industri, hingga kepala daerah. Pasalnya, tarif tiket pesawat yang tinggi membuat mobilitas, biaya transportasi, hingga kelogistikan menjadi tertekan.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190511135242-92-393977/besok-pemerintah-finalisasi-penurunan-harga-tiket-pesawat

Foto: https://www.pexels.com/photo/aeroplane-aerospace-air-air-force-534249/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *