KPU Tunda Rekap Pemilu 2019 Luar Negeri Karena Ada Masalah di Malaysia

Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum sanggup meresmikan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 di luar negeri kendati sudah melewati jadwal.

Evi Novida Ginting selaku Komisioner KPU menyampaikan pengesahan masih menunggu pemungutan suara di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Belum selesai karena masih ada Malaysia yang belum kita lakukan rekapitulasinya. Jadi baru 129 ya, minus Kuala Lumpur,” ucap Evi di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (9/5) malam.

Pada saat ini PPLN Kuala Lumpur tengah melakukan pemungutan suara ulang via pos. Hal tersebut dilakukan setelah kasus penemuan ribuan surat suara tercoblos untuk Jokowi-Ma’ruf dan Partai Nasdem beberapa waktu silam.

KPU memasang target pemungutan suara ulang di Malaysia bisa selesai pada 17 Mei mendatang. Setelah itu baru akan direkapitulasi di tingkat nasional.

Persoalan di Kuala Lumpur membuat rekapitulasi suara luar negeri semakin molor. Dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Arief Budiman selaku Ketua KPU, KPU menjadwalkan rekapitulasi suara luar negeri digelar Sabtu (4/5) hingga Rabu (8/5).

Dihubungi terpisah, Wajid Fauzi sebagai Ketua Kelompok Kerja PPLN menyampaikan hingga saat ini sudah ada 1,4 juta suara dari 129 PPLN yang direkapitulasi.

“Untuk sementara yang sudah di rekapitulasi sebesar 1,4 juta lebih, dengan pengguna hak pilih sebesar 700 ribu lebih, sehingga partisipasi pemilih luar negeri sejauh ini lebih kurang 49 persen hingha 50 persen,” ungkap Wajid ketika dimintai konfirmasi, Kamis (9/5).

Pemilu 2019 yang melibatkan 2.086.285 orang pemilih yang berada di luar negeri. Mereka telah melaksanakan pemungutan suara 8 Maret-8 April 2019 untuk metode pos dan 8-14 April 2019 untuk TPS.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190510023122-32-393581/malaysia-bermasalah-kpu-tunda-rekap-pemilu-2019-luar-negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *