Diramal IHSG Masih Tetap di Zona Merah

Pada Senin (6/5), diprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di area negatif. Pasar saham Indonesia berpotensi semakin loyo.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengungkapkan pelemahan IHSG akan lebih terbatas dari pada sebelumnya. Ini lantaran IHSG mulai merapat ke area jenuh jual (oversold).

“IHSG diprediksi melemah, support 6.209-6.264 resistance 6.371-6.423,” ungkap Dennies melalui risetnya.

Ia menyarankan pelaku pasar untuk fokus pada sejumlah saham, di antaranya yaitu PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Sementara, William Surya Wijaya, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas menyebutkan IHSG akan bangkit alias rebound ditopang rilis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019. Ia yakin hasilnya lebih baik ketimbang dengan kuartal I 2018 lalu yang sebesar 5,06 persen.

“Peluang IHSG untuk segera kembali mencetak rekor tertingginya masih terbuka lebar, hal ini tentunya ditunjang oleh stabilnya kondisi perekonomian dalam negri,” papar William dalam risetnya.

Menurutnya, indeks akan kembali ke area 6.400. Ia memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.257-6.488.

IHSG melemah signifikan sebesar 1,28 persen ke level 6.319 sepanjang pekan lalu. Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga merosot menjadi Rp7.188 triliun.

Sudah dua minggu berturut-turut IHSG anjlok lebih dari 1 persen. Sementara, khusus Jumat (3/5) kemarin, indeks terkoreksi 0,86 persen.

Kondisi sebaliknya malah terjadi pada bursa saham Wall Street. Sebagian besar indeksnya menguat pada akhir pekan lalu, misalnya S&P500 yang naik 0,96 persen, Dow Jones yang naik 0,75 persen, dan Nasdaq Composite yang naik 1,58 persen.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190506062448-92-392147/ihsg-diramal-masih-betah-di-zona-merah

Foto: https://www.pexels.com/photo/black-iphone-5-beside-paper-147408/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *