‘Diam-diam’ Pertamina Teken Kontrak Bagi Hasil PSC Blok Rokan

PT Pertamina (Persero), lewat anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Rokan, dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), pada Kamis (9/5) pagi telah meneken Kontrak Bagi Hasil Produksi (Production Sharing Cost/ PSC) Blok Rokan.

“Sudah,” ungkap Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas di sela acara buka bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (9/5).

Pada Juli 2018 lalu, pemerintah telah mengumumkan Pertamina akan mengelola Blok Rokan setelah masa kontrak Chevron Pasifik Indonesia (CPI), selaku operator saat ini, habis pada 2021. Sesuai kesepakatan, kontrak tersebut akan berlaku selama 20 tahun.

Atas keputusan tersebut, Pertamina harus membayar bonus tanda tangan senilai US$784 juta dan menyampaikan komitmen kerja pasti senilai US$500 juta.

Penandatanganan PSC Blok Rokan tidak dihadiri oleh media, berbeda dengan penandatanganan PSC blok-blok migas sebelumnya,. Bahkan, Dwi juga tidak merinci kapan penandatanganan salah satu blok migas raksasa di Indonesia ini.

Padahal, alih kelola Blok Rokan ke tangan Pertamina sering dibanggakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Secara terpisah, Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM menambahkan penandatangan PSC hari ini hanya formalitas saja.

Pasalnya, seluruh proses administrasi telah diselesaikan pada akhir Juli 2018 kemarin. Perseroan juga telah membayarkan bonus tanda tangan serta jaminan pelaksanaan (performance bond).

“Semua proses telah berjalan sesuai aturan,” ungkap Agung.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi pihak manajemen Pertamina. Namun, hingga berita ini diturunkan perseroan belum juga memberikan tanggapan.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190510062323-85-393587/pertamina-diam-diam-teken-kontrak-bagi-hasil-psc-blok-rokan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *