Dampak Ekonomi Pemindahan Ibu Kota Masih Perlu dikaji Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) menyatakan masih perlu untuk mengkaji dampak ekonomi dari wacana pemindahan ibu kota yang digaungkan oleh pemerintah.

“Kami masih mempelajari, konsepnya (pemindahan ibu kota) seperti apa. Belum mengkaji ya. Bank Indonesia masih ingin melihat dulu seperti apa konsepnya ibu kota baru,” ungkap Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5).

Onny mengatakan, kajian BI baru dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah terkait rencana tersebut.

“Setelah koordinasi baru ada kajian dan baru ada pandangan dari Bank Indonesia,” kata dia.

Pihak Pemerintah sendiri masih menggodog rencana pemindahan ibu kota negara tersebut.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan masih menunggu perencanaan matang dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) soal skema biaya dan anggaran untuk pemindahan ibu kota tersebut.

“Jadi untuk saat ini kami akan menunggu sampai perencanaan itu matang dan kalau perencanaan itu matang berarti estimasi dari anggarannya akan jauh lebih akurat,” ungkap Sri Mulyani, Selasa (30/4) lalu.

Bambang PS Brodjonegoro selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota lain memerlukan dana kurang lebih US$23 miliar hingga 33 miliar atau sekitar Rp323 triliun-Rp466 triliun.

Dari segi sejarah kebencanaan, menurut Bambang wilayah Sumatera bagian timur, Sulawesi bagian timur, dan Kalimantan secara keseluruhan paling potensial karena minim terjadi bencana.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190502174224-532-391462/bi-masih-perlu-kaji-dampak-ekonomi-pemindahan-ibu-kota

Foto: https://www.pexels.com/photo/money-coins-finance-cash-8556/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *