BPN diminta Rizieq Shihab untuk Hentikan Real Count di Situs KPU

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menyetop Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Rizieq menganggap Situng atau yang lebih dikenal publik sebagai real count hanya untuk membentuk opini masyarakat terkait kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Habib menyarankan agar BPN segera ke Bawaslu dan KPU agar menghentikan real count agar tidak membentuk opini yang jelek di masyarakat yang akhirnya membingungkan masyarakat. Itu yang jadi bahaya,” ungkap Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak ketika ditemui di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Rabu (1/5) malam.

Martak menuding saat ini Situng dirancang untuk menyerupai quick count dari sejumlah lembaga survei. Pasalnya, selisih suara Jokowi dengan Prabowo konstan.

Ia mengatakan jika dugaan kecurangan berlanjut, rakyat akan turun ke jalan. Martak menyebutkan Ijtimak Ulama tidak mempermasalahkan gerakan massa untuk memastikan KPU dan Bawaslu melaksanakan tugas dengan baik.

“Enggak apa-apa dong [turun ke jalan]. Kalau resmi menyampaikan aspirasi, menyampaikan ini, enggak melanggar. Sama-sama kayak aksi yang biasa,” ungkap dia.

“Sebetulnya pemerintah tak perlu alergi. Seharusnya pemerintah itu secepatnya tanggap untuk menindak KPU dan Bawaslu jangan dibiarkan begini,” sambung Martak.

Situng sendiri adalah sebuah metode penggunaan sistem teknologi informatika dalam penghitungan suara. Metode ini dipakai KPU untuk menyajikan penghitungan suara secara transparan.

Menurut situs pemilu2019.kpu.go.id pada dini hari pukul 02.45 WIB Kamis (2/5), Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 56,06 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya mendapatkan 43,94 persen.

Total suara yang masuk telah mencapai 495.715 dari 813.350 TPS atau kurang lebih 60,94 persen.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190502030721-32-391227/rizieq-shihab-minta-bpn-hentikan-real-count-di-situs-kpu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *