Perludem Himbau Warga Tidak Unggah Kecurangan Pemilu di Medsos

Titi Anggraini selaku Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengunggah pelanggaran Pemilu 2019 di media sosial. Tetapi, melaporkan pelanggaran pemilu tersebut sesuai mekanisme yang ada kepada tim pengawas Pemilu.

Tidak hanya pengawas pemilu, masyarakat juga bisa melaporkan pelanggaran melalui pemantau pemilu seperti Perludem, Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) atau Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP).

“Jadi bagi masyarakat pemilih yang menemukan terjadinya dugaan pelanggaran, lebih baik disalurkan melalui mekanisme yang benar, melapor kepada pengawas pemilu,” ungkap Titi Anggraini di Jakarta, Minggu (14/4).

Titi mengatakan, mengunggah pelanggaran di media sosial dapat menyulut provokasi jika tidak disertai dengan rasa tanggung jawab. Walaupun ia mengakui dengan adanya media massa bisa memudahkan siapa pun menyebarluaskan informasi.

Terlebih, jika konten tersebut lantas menjadi viral tanpa lebih dulu melakukan konfirmasi. Ia khawatir informasi yang tidak terverifikasi ini dapat memunculkan benturan di tengah masyarakat yang sedang terpolarisasi selama pemilu.

“Kita tidak menginginkan kegaduhan, kericuhan, serta benturan antarkelompok, Indonesia punya sistem hukum yang sangat baik untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran,” ungkap Titi.

Untuk itu, Titi menghimbau kepada masyarakat yang datang langsung memantau apabila menemukan adanya dugaan praktik kecurangan untuk menempuh prosedur lapor yang benar dan sesuai aturan main.

Ada pun beberapa kali video dugaan pelanggaran pemilu, baik yang sesuai dengan fakta maupun yang merupakan hoaks atau berita bohong, diunggah ke media sosial hingga viral dan menjadi polemik nasional.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190415021308-32-386369/perludem-imbau-warga-tak-lapor-kecurangan-pemilu-di-medsos

Foto: https://www.pexels.com/photo/apps-blur-button-close-up-26735

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *