Susi Sentil Sandiaga Soal Kebijakan Cantrang

Susi Pujiastuti seorang Menteri Kelautan Perikanan menyentil calon wakil presiden dengan nomor urut 02 Sandiaga Uno. Pasalnya, Sandiaga menyebut akan mengkaji ulang kebijakan pelarangan alat tangkap ikan cantrang bila menang dalam Pilpres 2019 bulan depan.

Susi menyampaikan pernyataan tersebut melalui jejaring akun Twitter pribadinya. Susi merespon pemberitaan salah satu media online terkait rencana Sandiaga tersebut.

“Pemimpin tidak memiliki visi berkelanjutan, NO WAY,” kata Susi, Kamis (21/3/2019) malam.

Seperti ditulis Kompas.com sebelumnya, cantrang adalah sebuah alat penangkap ikan yang menyerupai trawl atau pukat harimau.

Bedanya, cantrang menggunakan jaring tetapi ukurannya lebih kecil. Satu cantrang terdiri dari bagian yaitu kantong, mulut jaring, tali penarik, pelampung dan pemberat.

Cantrang juga dilengkapi dengan dua tali selambar yang bisa mencapai 6.000 meter dalam kapal 30 gross ton (GT). Dengan panjang tali seperti itu, cakupan sapuan tali dapat mencapai 292 hektare.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, cantrang telah mengalami modifikasi, baik dari segi bentuk maupun metode operasi selama puluhan tahun.

Akibatnya, jenis pukat tarik ini berubah menjadi alat tangkap yang merusak lingkungan. Pada mulanya cantrang hanya dipakai nelayan dengan menggunakan kapal 5 GT.

Tetapi, pada saat ini nelayan dengan kapal 30 GT turut menggunakan cantrang.

Data KKP mengatakan, terdapat 13.300 kapal nelayan cantrang pada tahun 2015. Adapun dasar larangan penggunaan cantrang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 yang diterbitkan oleh Susi.

Meski dikeluarkan pada 2015, namun pelaksanaannya ditunda 2 tahun atas dasar permintaan nelayan kepada Ombudsman dan efektif penundaan tersebut selesai pada Desember 2017 lalu.

Meskipun demikian, pada Januari 2018, para nelayan mengadakan demo besar di depan Istana memprotes aturan tersebut.

Akhirnya, pemerintah sepakat larangan penggunaan cantrang belum diimplementasikan dalam batas waktu yang tidak ditentukan.

Kendati demikian, Susi menegaskan tidak mencabut aturan larangan penggunaan cantrang yang telah dibuat sebelumnya.

Ditegaskan pula penundaan larangan cantrang hanya berlaku di wilayah perairan Jawa, terutama di kawasan pantai utara.

Di luar dari wilayah tersebut, penggunaan cantrang tetap dilarang. Dalam masa tersebut, pengalihan alat tangkap ikan pengganti cantrang juga terus dilakukan oleh pemerintah. Para nelayan diminta memakai alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

 

Sumber: https://money.kompas.com/read/2019/03/22/111752226/susi-sentil-sandiaga-yang-mau-kaji-ulang-kebijakan-cantrang.

Foto: https://www.pexels.com/photo/grayscale-photo-of-man-throwing-a-fishing-net-916405/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *