Soal Amplop Serangan Fajar, Kubu Prabowo Curiga Berkaitan dengan Kubu 01

Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Koordinator Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengaku heran atas sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak membuka barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) ketika konferensi pers soal kasus suap jasa angkut pupuk.

Barang bukti tersebut berupa tumpukan amplop milik Bowo Sidik Pangarso seorang anggota DPR Komisi VI yang juga merupakan politikus dari Partai Golkar. Padahal ucap Dahnil, selama ini KPK selalu memperlihatkan barang bukti yang mereka dapatkan ke publik.

“Kebiasaan KPK itu ketika preskon dibuka semua dibuka dan ditunjukkan. Ini agak aneh dan memang kemudian itu gak dibuka dan ada apa. Dan Bu Basaria (Wakil Ketua KPK, Basaria Panjatian) melarang itu dibuka. Saya pikir wartawan yang biasa liputan itu tahu persis suasana kebatinannya,” ungkap Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/3).

Akibatnya ucap Dahnil, banyak spekulasi yang timbul terkait tidak dibukanya barang bukti itu. Dahnil pun tak membantah munculnya kecurigaan bahwa amplop yang disebut untuk serangan fajar itu terkait dengan pasangan capres-cawapres 01.

“Sekarang kan yang berkembang gitu. Kenapa? misalnya Febri (Juru Bicara KPK, Febri Diansyah) sebut ini tidak (bisa dibuka takut) rusak barbuk (barang bukti). Itu ngelesnya, biasanya seluruh barbuk ditunjukkan,” ujar dia.

jika tidak ada apa-apa, Dahnil menambahkan, tentu KPK tak perlu takut membuka barang bukti tersebut.

Lalu dia pun meminta KPK secara terang-terangan membuka barang bukti yang jumlah amplopnya ditaksir mencapai 400-an ribu itu.

“Ya praduga itu jadi gak salah ya buka aja. Jangan kemudian disembunyikan bahkan Basaria sesumbar ini gak terkait dengan pilpres (pemilihan presiden). Padahal, proses penyidikan aja belum tapi Wakil Ketua KPK sudah bilang ini gak terkait pilpres. 400 ribu amplop itu gak mungkin hanya untuk caleg (calon legislatif),” ungkap dia.

Sebelumnya, Bowo Sidik Pangarso ditetapkan KPK sebagai tersangka suap distribusi pupuk. KPK menemukan uang sejumlah Rp8 miliar dalam bentuk pecahan yang dibungkus dalam amplop. Pecahan uang tersebut beragam mulai dari Rp50 ribu hingga Rp20 ribu.

Amplop tersebut juga tersusun rapi dalam 84 kardus yang diduga akan dipakai untuk serangan fajar Politikus Golkar, Bowo. Diketahui Bowo tercatat sebagai calon legislatif atau caleg Partai Golkar Dapil Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak.

 

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190330031329-32-381937/kubu-prabowo-curiga-amplop-serangan-fajar-berkaitan-kubu-01

Photo by John-Mark Smith from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *