Menanggapi Roy Morgan, HNW Sebut Survei Itu Sering Keliru

Hidayat Nur Wahid (HNW), Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut tidak semestinya hasil survei dijadikan alat untuk menggiring opini masyarakat bahwa Pilpres 2019 sudah memiliki pemenang.

“Jangan kemudian rakyat dicekoki dengan pemahaman seolah olah pemilu sudah selesai dengan hadirnya lembaga survei. Dan karenanya survei itu sangat tidak rasional, tidak masuk akal, kalau diartikan sebagai pemilu sudah selesai dan pemenangnya adalah Jokowi,” ungkap dia, di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (4/2).

Hal ini dikatakannya untuk menanggapi hasil survei Roy Morgan, lembaga riset asal Australia yang mendapati paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli paslon Prabowo-Sandiaga Uno dengan angka 58 persen berbanding 42 persen pada Januari.

“Survei Roy Morgan menunjukkan bahwa Indonesia akan kembali memilih inkumben Jokowi untuk menjabat di periode keduanya sebagai Presiden. Jokowi mendapat dukungan 58 persen dari pemilih pada Januari, atau naik 5 persen dari [raihan suara] pada Pilpres 2014, dan kompetitornya, Prabowo, hanya mendapat dukungan 42 persen, atau turun 5 persen [dari Pilpres 2014],” ungkap Michele Levine, CEO Roy Morgan, dikutip dari keterangan resmi di situsnya, Senin (4/3).

Hidayat melanjutkan pihaknya tidak mau ambil pusing dengan hasil survei tersebut. Buktinya, klaim dia, hasil survei yang dikeluarkan sejumlah lembaga riset sebelum pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 dan Pilkada serentak tahun 2018 banyak yang luput dari perkiraan.

“Sudah berkali-kali dibuktikan lembaga survei salah dan salahnya sangat luar biasa. Biasanya kan kemungkinan salahnya hanya di angka 2 persen. tetapi di Pilgub DKI 20 persen,” ungkap dia.

Lebih lanjut, HNW yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu, menyebutkan maraknya lembaga survei sangat baik bagi perkembangan demokrasi Indonesia.

Namun, dia menyarankan supaya lembaga survei tidak memaksa masyarakat untuk mempercayai hasil survei yang dilakukannya tersebut.

“Lagi-lagi kalau soal survei kita sudah hapal. Semua juga tahu bagaimana lembaga lembaga survei di DKI, di Jawa Barat, jadi sudahlah. Silakan lembaga survei melakukan survei Anda. Jangan paksakan rakyat untuk percaya dengan survei,” ungkap dia.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190304115400-32-374332/hnw-respons-roy-morgan-survei-itu-kerap-keliru

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *