Kritik Keras Apel Kebangsaan Rp18 M dari Aktivis-Tokoh Agama

Aktivis dan tokoh lintas agama mengkritik Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’ yang akan digelar oleh Pemprov Jawa Tengah dengan kucuran dana APBD sebesar Rp18 miliar. Acara tersebut dihelat pada Minggu (17/3).

Saat ini Jawa Tengah dipimpin oleh pemimpin baru hasil Pilkada lalu yaitu Ganjar Pranowo yang didampingi oleh Taj Yasin Maimoen Zubair.

Romo Aloysius Budi Purnomo adalah salah satu tokoh yang mengkritik, yang merasa heran dengan jumlah anggaran yang begitu besar dalam kegiatan tersebut.

“Saya tidak tahu, biaya sebesar itu untuk apa saja atau siapa saja? Saya sepakat mestinya biaya sebesar itu bisa dipakai untuk pemberdayaan kesejahteraan masyarakat yang lebih membutuhkan,” ungkap Romo Budi, Kamis (14/3).

Setyawan Budi, Aktivis Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) juga mempertanyakan efektifitas pergelaran acara tersebut. Dia mengatakan dengan anggaran itu sedianya dapat dilakukan di pelbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah namun berdampak luas.

“Sangat disayangkan apabila anggaran sebesar Rp18 miliar digunakan untuk kegiatan sesaat di satu tempat,” ungkapnya.

Kesan Glamor

Tedi Kholiludin, seorang peneliti senior ELSA menegaskan pembiayaan Rp18 miliar hanya mencari kesan glamor. Dia menegaskan acara semacam itu tidak menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kerukunan di lapangan.

“Model-model kegiatan yang selebratif itu, meski mungkin gemerlap secara kuantitas, tetapi kerap tak menyelesaikan masalah mendasar yang ada. Kerukunan itu bukan hanya soal mau hidup bersama, tetapi juga adanya penerimaan dan pengakuan,” ungkapnya.

Diketahui, Apel Kebangsaan “Kita Merah Putih” akan dilaksanakan pada Minggu di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. Beberapa tokoh dijadwalkan hadir yaitu Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KH Maimun Zubair dan ulama asal Pekalongan Habib Luthfi.

Suwondo selaku Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Jateng mengiyakan bahwa anggaran kegiatan Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’ diambil dari APBD milik Satker Kesbangpol dan sudah direncanakan sejak penyusunan APBD 2019 belum disahkan.

Namun, Suwondo mengatakan Apel Kebangsaan tidak terkait dengan pemilu ataupun pilpres 2019. Menurut Suwondo acara tersebut akan fokus pada kondisi nasionalisme dan kebangsaan saat ini yang kian terkikis.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190315215133-32-377761/aktivis-tokoh-agama-kritik-keras-apel-kebangsaan-rp18-m

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *