Kisah Sutiyoso soal Impian Bangun MRT Sejak 15 Tahun yang Lalu

Sutiyoso seorang Mantan Gubernur DKI Jakarta menceritakan kisahnya 15 tahun lalu saat mulai merealisasikan proyek moda raya terpadu ( MRT). Kisah tersebut diceritakannya pada waktu menghadiri peresmian MRT, Minggu (24/3/2019) pagi tadi.

“Pada tahun 2003 saya sudah berpikir bagaimana atasi macet saat itu. Sebab dalam survei yang dilakukan pakar transportasi, saat itu hanya 20 persen kendaraan umum di Jakarta. Sisanya sebesar 80 persen merupakan kendaraan pribadi,” terang Sutiyoso.

Ia menjelaskan, persentase tersebut tidak termasuk kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta dari kota-kota sekitar.

“Dari Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi sebesar 600.000 kendaraan masuk di Jakarta. Itu 15 tahun lalu. Kalau sekarang mungkin sudah jutaan. Ketika ditanya kenapa pakai kendaraan pribadi, dijawabnya karena tidak ada kendaraan lain yang layak selain punya sendiri,” terang tokoh yang akrab disapa Bang Yos itu.

Maka pada waktu itu Sutiyoso mengambil langkah untuk studi banding ke sejumlah kota di luar negeri, salah satunya adalah Bogota, Ibu Kota Kolombia.

“Saya belajar dari sana, dan bahkan datangkan pakar asal Bugota untuk bekerja bersama pakar transportasi kita. Mengapa Bogota? Karena negara ini persis seperti Jakarta semrawutnya. Tapi mereka bisa selesaikan masalah itu dengan membuat kendaraan umum yang representatif,” ungkap Sutiyoso.

Menurut Sutiyoso, Kendaraan umum representatif adalah kendaraan pengangkut massal yang aman, nyaman, tepat waktu dan terjangkau. Maka pada waktu itu, sambung Sutiyoso, ia membuat 4 perencanaan kendaraan umum representatif.

“Bawah tanah adalah MRT, di atasnya ada busway, di atas busway ada monorel, lalu sebagai alternatif adalah water way, jadi memanfaatkan kali di Jakarta untuk lewat transportasi, tapi itu alternatif saja,” ucapnya.

Sutiyoso juga memberikan alasan mengenai lamanya proses pembangunan MRT. “Memang tidak bisa cepat, karena ada risetnya lama.

Harus mencari tahu apakah tipe tanah di Jakarta cocok untuk dibangun MRT, lalu mencari investor, sebab ini proyek dengan nilai investasi besar,” paparnya.

Menurut Sutiyoso momen peresmian MRT spesial untuknya. Ia pun menghaturkan terima kasih pada Gubernur DKI penerusnya mulai dari Fauzi Bowo, Jokowi, Basuki Tjahaja, Djarot Saiful hingga Anies Baswedan.

“Terima kasih kepada beliau-beliau, karena sudah merealisasikan mimpi saya,” tandasnya. Sebagai informasi, masyarakat yang hendak melakukan uji publik MRT Fase 1 Lebak Bulus-HI dapat melakukan registrasi online melalui website ayocobamrtj.com.

MRT baru akan difungsikan secara komersil pada tanggal 1 April mendatang. Sebelum tanggal tersebut masyarakat dapat menggunakannya dengan gratis.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan tarif MRT akan dipatok Rp1.000 per kilometer. Walau begitu rapat penentuan tarif MRT baru akan dilakukan Pemprov DKI pada hari ini, Senin (25/3/2019).

 

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2019/03/24/18023431/cerita-sutiyoso-soal-mimpinya-15-tahun-lalu-ingin-bangun-mrt-jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *