Ditetapkan, Tarif MRT Maksimal Rp14 Ribu

Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta telah menyepakati tarif MRT fase pertama dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI maksimal sebesar Rp14 ribu. Persetujuan ini dibubuhi dengan paraf dari Prasetio Edi Marsudi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta dan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dalam tabel tarif usulan MRT.

“Alhamdulilah sudah disepakati angka yang tercantum tabel ini. Inilah yang akan diumumkan kepada masyarakat di Jakarta,” ungkap Anies di DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/3).

Anies menyebutkan tarif yang telah disetujui oleh kedua belah pihak dapat diartikan dua hal. Pertama rata-rata tarif yang dikenakan adalah Rp1.000 per kilometernya. Kedua, rata-rata tarif sebesar Rp8.500. Adapun tarif minimal ditetapkan sebesar Rp3.000.

“Kalau rata-rata maka Rp8.500, karena dari Lebak bulus ke HI Rp14 ribu. Saya usul memberitakan jangan asumsi jauh dekat sama,” pungkas Anies.

Prasetio Edi Marsudi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta menyatakan sedianya DPRD sudah setuju dengan eksekutif sejak kemarin. Hanya saja terdapat mispersepsi antara DPRD dengan DKI terkait mengartikan tarif rata-rata dengan tarif flat.

“Kalau dibelah tengah (tarif) nya sama saja dengan Rp8.500 itu yang rata-rata tapi kalau dari ujung ke ujung kan sama saja Rp14 ribu,” ungkap Prasetio.

Di lain sisi, Prasetio menampik jika ada aroma politik dalam penetapan harga tiket MRT ini. Setelah penetapan ini pun tidak ada lagi rapat di DPRD DKI yang berkaitan dengan MRT.

“Oh enggak ada lah (pemilu). Habis ini sudah tidak ada lagi rapat (tarif),” ungkap dia.

Kemudian tarif akan disahkan dalam keputusan gubernur. Rencananya tarif akan mulai dipakai pada senin depan tanggal 1 April 2019.

 

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190326161708-92-380851/diubah-tarif-mrt-ditetapkan-maksimal-rp14-ribu

Photo by Fancycrave.com from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *