Tolak RUU Permusikan, Musisi Indonesia Galang Petisi

Danilla Riyadi, 28, marah ketika mendapat kabar DPR sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang Permusikan. Keponakan dari almarhum Dian Pramana Poetra itu mencatat paling tidak ada 19 pasal bermasalah di dalamnya.

Lantas Dia pun membuat petisi melalui platform digital di situs Change.org dengan judul #TolakRUUPermusikan.

“RUU Permusikan: Tidak Perlu dan Justru Berpotensi Merepresi Musisi… Saya Danilla Riyadi, perwakilan dari teman-teman Koalisi Nasional Tolak Rancangan Undang-Undang Permusikan, bersama-sama menyusun petisi ini,” demikian Danilla membuka petisi tersebut, dikutip Minggu (3/2).

Lalu Danilla menjabarkan 19 pasal bermasalah dalam draf RUU yang antara lain diusulkan oleh tim Komisi X DPR RI dan Anang Hermansyah tersebut.

Anang Hermansyah sendiri adalah juga seorang musisi senior di belantika media arus utama Indonesia. Kiprah musik politikus PAN tersebut pun membawa dirinya terkenal sebagai juri dalam kontes menyanyi yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Sementara itu Danilla, yang juga dikenal sebagai musisi independen alias indie, menyebutkan ia dan kawan-kawannya dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan menilai beleid yang sedang disusun itu berpotensi tumpang tindih dengan beberapa undang-undang yang sudah ada.

“Seperti Undang-Undang Hak Cipta, Undang-Undang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, dan Undang-Undang ITE. Parahnya, RUU ini bertolak belakang dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, serta bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi. Sungguh Rancangan Undang-Undang yang sangat bermasalah bagi dunia musik Tanah Air,” tulis Danilla dalam petisi tersebut.

“Kami bersepakat, bahwa tidak ada urgensi apapun bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dan Pemerintah untuk membahas dan mengesahkan sebuah RUU Permusikan seperti ini,” tambahnya.

Pada Senin (4/2) pagi, sudah tercatat 13.494 orang menandatangani petisi yang dibuat Danilla tersebut di website Change.org.

Danilla menjabarkan pihaknya merangkum paling tidak empat masalah dari RUU Permusikan yaitu keberadaan pasal karet, memarjinalisasi musisi independen dan keberpihakan pada industri besar, memaksakan kehendak dan mendiskriminasi termasuk lewat uji kompetensi dan sertifikasi, dan mengenai informasi umum dan mengatur hal yang tidak seharusnya diatur.

“Kesalahan-kesalahan ini menunjukkan kekurangpahaman para penyusun naskah RUU Permusikan tentang keanekaragaman potensi dan tantangan yang ada di dunia musik. Banyaknya pasal yang “mengatur hal-hal yang tidak perlu diatur” tersebut menunjukkan tidak diperlukannya RUU Permusikan,” ucapnya dalam petisi tersebut.

Danilla menyebutkan RUU Permusikan sendiri saat ini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas. Dengan kata lain RUU tersebut menjadi salah satu yang akan dibahas untuk segera disahkan.

“Informasi yang didapat saat ini menyebutkan bahwa peringkat RUU Musik sudah naik dari urutan 183 (di tahun 2018), menjadi urutan 48 di tahun 2019,” tulis dia.

Ternyata, tak hanya melalui petisi. Perjuangan Danilla dkk itu pun dilakukan melalui sosialisasi protes mereka di akun Instagram. Mereka membuat akun Instagram khusus @koalisinasionaltolakruup. Mereka juga memainkan tanda pagar (tagar) #tolakRUUPermusikan dan #kntlruup.

Tercatat per Minggu (3/2) malam, jumlah musisi dan aktivis yang ikut serta dalam koalisi nasional itu mencapai 267 orang. Selain itu, ada pula pendapat dari beberapa musisi terhadap keberadaan RUU Permusikan. Beberapa musisi tersebut antara lain adalah Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca), Jerinx (Superman is Dead), Rara Sekar, Adrian Yunan, dan Mondo Gascaro

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190204050647-32-366172/musisi-indonesia-galang-petisi-tolak-ruu-permusikan

Photo by Brett Sayles from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *