Petani Subkhan, Saling Tuding Timses, Sandiwara Kampanye

Nama Subhkan menjadi ramai dibicarakan setelah Cawapres dengan nomor urut 02, Sandiaga Uno memposting videonya curhat sambil menangis. Beberapa pihak di antaranya kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’aruf Amin menyebutnya sebagai sandiwara.

“Sudah kuduga akan ada sandiwara-sandiwara lanjutan ha ha,” ucap Irma Suryani Chaniago, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf kepada wartawan, Selasa (12/2).

Irma pun mengurai beberapa peristiwa yang dianggap sebagai ‘Sandiwara Uno’. Mulai dari poster penolakan di pasar hingga warga yang rumahnya terkena banjir di Makassar.

Foto dan profil Subkhan sebagai mantan Komisioner KPU Brebes juga beredar di media sosial.

KPU RI sudah mengkonfirmasi mengenai hal ini kepada KPU Jawa Tengah. Diketahui bahwa Subhan memang pernah menjadi komisioner KPU Brebes tapi saat ini sudah tidak lagi menjadi komisioner KPU.

“Setelah kami lakukan konfirmasi kepada KPU Jateng, beliau adalah mantan anggota KPU periode lalu. Jadi bukan anggota KPU periode ini,” ucap Ilham Saputra, anggota Komisioner KPU RI ketika dimintai konfirmasi, Selasa (12/2).

Subkhan membantah tuduhan-tuduhan tersebut  ketika diwawancarai di Brebes.

“Saya bukan tim sukses capres manapun. Saat ini saya adalah petani. Saya selalu hadir karena ingin memperjuangkan nasib petani bawang,” kata Subkhan ketika diwawancara di Brebes, Selasa (12/2).

H Abdul Khalim dan Saripah, orang tua Subkhan  merupakan petani tulen. Selain menanam bawang, kedua orang tuanya ini juga menanam tebu.

Darah petani dari orang tua mengalir pada diri Subkhan. Walaupun aktif dalam pergerakan, namun tidak meninggalkan pekerjaan utama sebagai petani.

Termasuk ketika masih aktif menjadi Komisioner KPU Brebes, dia juga tetap meluangkan waktu mengurusi tanaman bawangnya.

Setelah masa jabatan sebagai komisioner KPU Brebes berakhir pada Oktober 2018 kemarin, Subkhan semakin intens memperjuangkan nasib petani.

Pada tahun politik seperti saat ini, Subkhan selalu hadir dalam acara kampanye untuk memperjuangkan aspirasi petani bawang.

Tidak hanya pada kampanye Pilpres, bila ada caleg yang berkampanye Subkhan juga selalu menyempatkan diri untuk datang. Alasannya ingin menitipkan nasib petani bawang kepada siapa saja politisi yang memang serius ingin memperjuangkan kehidupan petani.

Dia mengatakan, sejumlah acara kampanye caleg yang pernah dihadirinya antara lain adalah Paramitha Widya Kusuma (PDIP), Sudirman Said (Gerindra), Zubad (PKB) dan lain lainnya.

Keesokan harinya, muncul foto yang menunjukkan surat permintaan maaf atas nama Subkhan. Dalam surat tersebut tertulis bahwa Subkhan meminta maaf dan mengaku berbohong, bersandiwara atas pemintaan timses.

Berikut isi suratnya:

Dengan sadar menyatakan, saya Moh Subkhan, S.Si beralamat di Tegalglagah, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Melalui surat terbuka ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan masyarakat Kabupaten Brebes.

Selaku Mantan Komisioner KPU Brebes Divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilihan dan Hubungan Antar Lembaga, saya merasa bersalah telah melakukan kebohongan di depan Cawapres Nomor urut 02 Sandiaga Uno ketika kampanye di Brebes. Apa yang saya lakukan hanya menjalankan skenario sesuai arahan tim sukses.

Demikian surat pernyataan permohonan maaf terbuka saya buat dengan sadar, benar dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Di bagian bawah pojok kanan surat terbuka tersebut tercantum nama Moh Subkhan yang ditandatangani di atas materai Rp6000.

Subkhan menampik dan mengatakan surat tersebut sebagai fitnah keji.

“Itu fitnah, demi Allah saya tidak pernah membuat surat itu. Fitnah keji itu. Sekali lagi saya bersumpah tidak pernah membuat dan menandatangani surat pernyataan itu,” tegas Subkhan ketika ditemui wartawan di Brebes, Rabu (13/2).

Subkhan bahkan menunjukkan tandatangan asli yang tertera di KTP elektronik dan SIM kepada awak media. Menurutnya tandatangan yang terdapat dalam surat permintaan maaf itu berbeda dengan yang tedapat di KTP maupun SIM miliknya.

Tidak berhenti dengan bantahan, Subkhan berencana akan memperkarakan masalah surat ini ke ranah hukum. Alasannya, surat ini telah mencemarkan nama baiknya.

“Saya akan menempuh jalur hukum terhadap orang yang membuat surat palsu tersebut. Akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak berwenang untuk mengurus masalah ini,” ucap Subkhan.

 

 

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4427357/petani-subkhan-dan-saling-tuding-timses-soal-sandiwara-kampanye

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *