Penjelasan BPN Soal Foto Sandiaga Pose Dua Jari di Sekolah

Beredar foto calon wakil presiden Sandiaga Uno dengan pose kampanye di bekas sekolahnya, SMA Pangudi Luhur (PL) Jakarta melalui aplikasi messenger. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga menegaskan fakta yang sebenarnya: foto diambil ketika sekolah sedang libur.

“Itu bukan kampanye. Itu waktu hari libur, dan biasa alumni untuk bermain basket di sana,” ungkap juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade saat dimintai konfirmasi, Rabu (6/2/2019).

Terdapat dua foto yang beredar ketika Sandiaga berada di lapangan basket indoor PL. Yang pertama Sandiaga berfoto dengan 3 orang dan mengenakan kaos sama bergambar wajah cawapres nomor urut 02 itu bertuliskan: He’s My Brother, Anak PL Dukung Anak PL. Mereka berpose dua jari menaikkan jari telunjuk dan jempol, khas paslon Prabowo-Sandiaga.

Sedang pada foto yang kedua memperlihatkan Sandiaga foto bersama dengan 16 orang. Sebagian mengenakan baju serupa dengan yang dipakai eks Wakil Gubernur DKI itu. Mayoritas juga berpose dua jari khas paslon Prabowo-Sandi.

Walaupun berpose dua jari, pihak Prabowo-Sandiaga tidak menilai hal tersebut termasuk kampanye. Andre Rosiade menyebutkan kegiatan Sandiaga bersama teman-temannya hanya bermain basket di sekolah SMA PL.

“Tidak ada pembicaraan visi misi , hanya bermain basket. Bang Sandi kebetulan Alumni PL, dan diajak rekan-rekannya untuk main Basket,” ungkap politikus Gerindra itu.

Diketahui Sandiaga Uno bermain basket indoor dengan teman-temannya pada Sabtu (2/2) kemarin di SMA Pangudi Luhur, Jalan Brawijaya IV No. 47, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selain untuk bermain basket, beberapa alumni PL disebut Sandiaga berkumpul untuk memberikannya masukan.

“Ada beberapa kegiatan pagi ini, temen-temen lulusan SMA Pangudi Luhur datang berkumpul memberikan masukan, aspirasi, gimana sekolah yang sama-sama membesarkan nama kita ini bisa kita dorong terus karena sekarang ada penerimaan peserta didik baru, tapi jumlah yang masuk ke Pangudi Luhur ini menurun drastis, mungkin karena lokasinya, di sini lokasi lebih banyak masyarakatnya yang lebih lanjut usianya jadi asupan siswanya rendah,” ucap Sandiaga di SMA Pangudi Luhur seusai bermain basket.

“Jadi tadi temen-temen kumpul, harapannya saya juga ikut mendorong, mempromosikan, mengajak para warga di wilayah sini untuk mengirimkan anaknya untuk bersekolah di SMA Pangudi Luhur. Ini saya dulu 3 tahun di sini, lulus tahun 87,” tambahnya.

Kendati demikian, Sandiaga menyebutkan  bukan berarti mantan sekolahnya memberikan dukungan untuk ia dan pasangannya Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Ia mengatakan teman-temannya hanya sekedar memberikan aspirasi dan masukan.

“Nggak, nggak, Pangudi Luhur ini sebuah sekolah yang sangat mendukung pluralisme, saya muslim dan ini sekolah Katolik, tapi kita yang kita jaga adalah brotherhood, karena konsep Pangudi Luhur ini laki-laki semua ya jadi ya brotherhood dan tidak ada dukung mendukung,” terang Sandiaga.

“Mereka datang ke sini memberikan aspirasi, kekhawatirannya bahwa sekolah yang sudah membesarkan kita ini, dan sudah banyak. Menteri Keuangan dari sini, ada jenderal-jenderal juga dari sini, duta besar juga dari Pangudi Luhur, jangan sampai cerita legendaris Pangudi Luhur putus sampai di sini karena siswanya kurang,” lanjut dia.

 

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4415934/beredar-foto-sandiaga-pose-kampanye-di-sekolah-bpn-ungkap-faktanya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *