Pembangunan Toko RI di Perbatasan Indonesia Malaysia Selesai 2019

Pembangunan tempat penjualan berbagai macam produk dalam negeri atau Toko Indonesia di perbatasan Indonesia dan Malaysia, tepatnya di Kalimantan Utara (Kaltara) ditargetkan selesai di tahun 2019 ini.

Mengutip dari laporan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kalimantan Utara, pembangunan sudah memasuki tahap proses persiapan dokumen lelang.

“Tahun ini, Pemprov Kaltara kembali mengalokasikan Rp8,5 miliar untuk tahap akhir pembangunan Toko Indonesia di Krayan, Nunukan,” ungkap Irianto Lambrie Gubernur Kaltara seperti dikutip dari Antara, Senin (4/2).

Dia berharap proses lelang berjalan dengan cepat, maka dengan begitu aktivitas penyelesaian pembangunan Toko Indonesia dapat dimulai kembali pada April. Sebelumnya, Toko Indonesia sudah mulai dikerjakan sejak tahun 2017 dengan dana awal Rp5 miliar.

“Jika selesai dibangun tahun ini kami berharap tahun depan sudah beroperasi,” ungkap Irianto.

Kegiatan yang segera dilakukan diantaranya adalah sanitasi, pemasangan listrik, pemasangan ACP (Alumunium Composite Panel), pemasangan plafon, eksterior, landscape, termasuk pekerjaan interior bangunan toko.

Kondisi letak geografis perbatasan yang jauh dari kota besar ditambah dengan keterbatasan infrastruktur darat menjadi penyebab harga kebutuhan menjadi sangat mahal. Upaya Pemprov Kaltara adalah memberikan bantuan melalui subsidi ongkos angkut (SOA) khusus penumpang serta membangun Toko Indonesia.

Pembangunan bertujuan agar warga masyarakat di perbatasan dapat membeli barang dengan harga yang terjangkau. Walaupun tidak sama murah dengan wilayah di kota lain di Indonesia, tetapi dipastikan lebih murah daripada harga barang dari Malaysia.

Selama ini, harga barang di kawasan perbatasan rata-rata bisa mencapai tiga kali lipatnya dari harga normal di pasar kota, karena ketergantungan dengan barang dari Malaysia.

Secara akumulasi, pemerintah mendirikan empat Toko Indonesia di perbatasan Kaltara yang berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190204075232-92-366183/pembangunan-toko-ri-di-perbatasan-malaysia-rampung-2019

Photo by Kaique Rocha from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *