Kementerian Sosial Mengkaji Bantuan Program Keluarga Harapan Cair Bulanan

Kementerian Sosial menyatakan bakal mengkaji perubahan pola penyaluran bantuan sosial  Program Keluarga Harapan (PKH) dari yang selama ini dilakukan secara tiga bulan sekali menjadi satu bulan sekali.

Harry Hikmat, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial menyebutkan  kalau jadi perubahan skema penyaluran tersebut akan mulai dilakukan di tahun 2020 mendatang.

“Jadwal penyaluran semula empat kali setahun dalam tiga bulan sekali, mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan setiap bulan,” ungkap dia seperti dikutip dari Antara, Kamis (21).

Dia menyebutkan untuk mengubah skema penyaluran tersebut, saat ini pihaknya sedang menguji coba pemajuan jadwal penyaluran PKH. Dengan uji joba tersebut, penyaluran PKH tahap pertama yang dilakukan Februari telah dilakukan Januari kemarin.

Tapi dalam uji coba tersebut, penyaluran masih dilakukan untuk bantuan tiga bulan. Harry menyebutkan kalau uji coba tersebut sukses dilakukan, 2020 nanti pencairan PKH akan dilaksanakan Januari dan seterusnya.

“Bahkan ada kemungkinan untuk pencairan setiap bulan,” ungkap dia.

Harry menyebutkan perubahan skema tersebut merupakan lanjutan perbaikan penyaluran PKH yang dilakukan pemerintah. Tahun ini pemerintah juga telah memperbaiki penyaluran PKH dengan mengubah rumus perhitungan bantuan untuk keluarga penerima.

Dengan adanya kebijakan tersebut, penyaluran PKH tidak dipukul rata Rp1,89 juta per keluarga. Besaran bantuan diberikan sesuai dengan komponen hidup keluarga penerima bantuan. Sebagai contoh, keluarga yang punya balita akan berbeda kewajiban atau komitmennya dengan keluarga yang ada ibu hamil.

Keluarga yang memiliki anak sekolah, anggota lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas  juga mendapatkan bantuan tambahan. Pemerintah tahun ini memberikan bantuan tetap Rp550 ribu per tahun untuk setiap keluarga penerima bantuan PKH reguler, dan Rp1 juta per tahun untuk peserta PKH Akses, keluarga yang sulit terjangkau daerahnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan tambahan bagi keluarga yang memiliki ibu hamil Rp2,4 juta, anak balita Rp2,4 juta, murid SD Rp900 ribu, murid SMP Rp1,5 juta, murid SMA Rp2 juta, warga berusia 60 tahun lebih Rp2,4 juta, dan penyandang disabilitas Rp2,4 juta.

Namun pemerintah membatasi pemberian dana tambahan untuk maksimal empat orang per keluarga.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190221133606-532-371432/kemensos-kaji-bantuan-program-keluarga-harapan-cair-bulanan

Photo by João Jesus from Pexels

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *