Ganti Rugi Lahan Rp50 M Tol Semarang-Batang Masih Belum Beres

Operasi Jalan yang telah dilakukan sejak bulan Desember 2018 lalu masih menyisakan masalah. Hingga saat ini, ganti rugi  lahan yang dipakai untuk pelebaran jalan tol tersebut masih ada yang belum dibayar.

Menurut data PT Jasa Marga Semarang-Batang, total ganti rugi lahan yang belum dibayarkan untuk proyek pelebaran jalan tol tersebut masih mencapai Rp50 miliar. Nilai ganti rugi tersebut untuk pembebasan 462 bidang tanah di 10 desa di Kabupaten Kendal.

Desa tersebut antara lain; Sambongsari, Rejosari, Galih dan Cepokomulyo.

“Sekitar 4 persen yang belum terselesaikan ganti ruginya. Kalau ditotal, ada sekitar Rp50 milyar dan memang lewat,” tutur Arie Irianto, Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang-Batang di Semarang, Rabu (27/2).

Arie mengatakan perlu bantuan dari Kementerian Keuangan dan pejabat pembuat komitmen untuk merampungkan tunggakan ganti rugi lahan tersebut. Lantaran, ganti rugi lahan dibayar dengan dana talangan pemerintah.

Ia menyebutkan tanpa bantuan Kementerian Keuangan, pihaknya tidak sanggup berbuat apa-apa. Lantaran, Jasa Marga tidak memiliki payung hukum untuk menalangi pembayaran  ganti rugi lahan tersebut.

“Kalau kami sudah tidak bisa memberikan talangan lagi karena dasar payung hukumnya sudah selesai,” ungkapnya.

Jalan Tol Semarang-Batang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang tersambung dari Merak hingga Probolinggo. Jalan tol dengan panjang 75 kilometer yang memiliki ikon jembatan merah Kali Kutho ini telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 20 Desember 2018 lalu.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190227175533-92-373233/ganti-rugi-rp50-m-lahan-tol-semarang-batang-belum-beres

Photo by Markus Spiske temporausch.com from Pexels

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *