Bank Tidak Boleh Lagi Syaratkan SIUP untuk Debitur Mulai Minggu Depan

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan perbankan tidak boleh lagi menerapkan syarat kepemilikan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) kepada calon debitur  yang mengajukan pinjaman permodalan atau kredit.

Kebijakan ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengimplementasikan program perizinan terintegrasi dalam jaringan atau online (Online Single Submission/OSS).

Melalui program OSS rencananya pemerintah hanya akan merilis satu identitas usaha, yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat menggantikan fungsi TDP dan SIUP. Untuk itu, syarat identitas usaha seharusnya hanya perlu dibuktikan melalui kepemilikan NIB.

“Tapi sekarang di bank masih ada urusan yang perlu TDP, kan pusing kami, padahal sudah tidak ada TDP itu, tapi pengusaha bilang masih diminta,” ucap Darmin di kantornya, Selasa (19/2).

Usut punya usut, ternyata syarat TDP dan SIUP pada proses pengajuan kredit tersebut masih mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Maka dari itu, Darmin meminta wasit lembaga jasa keuangan itu untuk mengubah aturan main terkait pemberian kredit dengan syarat TDP dan SIUP tersebut.

“Sehingga kami sinkronkan, buat OJK nanti tidak ada masalah, tidak lama juga. Itu (perubahan aturan) mereka bilang cepat sekali, seminggu selesai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, perubahan syarat pengajuan kredit ini selain demi mempermudah dunia usaha dalam rangka mengejar kenaikan peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB).

Namun juga, agar calon pelaku usaha atau pengusaha bisa mendapatkan kemudahan dalam permodalan. “Jadi kami sinkronkan antara OSS, EoDB, dan aturan OJK,” tandasnya.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190219210725-78-370858/pekan-depan-bank-tak-boleh-lagi-syaratkan-siup-untuk-debitur

Foto: https://www.pexels.com/photo/abundance-bank-banking-banknotes-259027/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *