Abu Janda Tuntut Pendiri Facebook Rp1 Triliun Karena Dituduh Saracen

Permadi Arya alias Abu Janda seorang pegiat media sosial melayangkan surat somasi Rp1 triliun kepada Mark Zuckerberg, CEO dan pendiri Facebook atas tuduhan dirinya termasuk produsen fitnah Saracen.

Didampingi lebih dari 10 kuasa hukum dari FMP Law Firm, hal itu dilakukan Abu Janda ketika mendatangi perwakilan kantor Facebook di kawasan Gatot Subroto.

“Alasan saya karena katanya menurut temuan mereka, Page Abu Janda followers-nya 500 ribu bagian dari Saracen dan nama saya disebut jelas,” ujar Abu Janda di Capital Place, Jumat (8/2).

Somasi dilayangkan, kata Abu Janda karena dirinya tak terima dituduh menjadi bagian dari Saracen. Somasi ditegaskan tak semata-mata karena akun Facebooknya ditutup.

“Ini kami kasih waktu empat hari buat Facebook membersihkan nama saya dan mengembalikan akun saya yang di-banned. Kalau dalam empat hari tidak dibuat clear, serius kami akan gugat ke pengadilan materiil dan Kepolisian soal UU ITE,” ungkapnya.

Dia meminta agar pihak Facebook cukup membuat rilis melalui Facebook News Room dan menegaskan Abu Janda atau Permadi Arya bukan bagian Saracen dan kemudian mengaktifkan kembali akunnya.

Menurutnya, langkah itu diambil berdasarkan riset dan penelitian tim hukumnya yang menemukan Facebook siap mengikuti proses hukum di negara yang berperkara, dalam kasus ini Indonesia.

Sejumlah hal menjadi pertimbangannya sebelum melayangkan somasi Rp1 triliun kepada Mark Zuckerberg, salah satu diantaranya adalah pencemaran nama baik.

“Tuduhan serius ini merugikan sekali. Menghancurkan nama saya, membuat saya kehilangan pekerjaan saya, dan tuduhan saracen ini serius bisa buat saya tersangkut hukum,” tutur dia.

Meskipun demikian, tim Arya tidak dapat bertemu langsung dengan perwakilan Facebook. Surat somasi pun dititipkan melalui perwakilan manajemen gedung.

“Ini kan formalitas saja. Toh yang ingin digugat Mark Zuckerberg,” ungkap Arya.

Tim Facebook pun meminta tim Arya mengakses Facebook.com/help untuk bantuan lebih lanjut atau mengakses Quick Help linkpada laman Facebook untuk melaporkan permasalahan serta memberikan kartu sebagai tanda terima surat.

Vinsensius Mendrova, kuasa hukum Arya menyatakan akun kliennya sempat diretas oknum tak dikenal pada bulan September 2018. Hal tersebut langsung dilaporkan kepada Facebook setelah menerima notifikasi nomor dan email Arya dihapus dari akun itu.

“Tiba-tiba tanpa klarifikasi itu 1 Februari 2019, klien kami melalui pemberitaan internasional bahwa FB page Abu Janda bagian saracen. Ini diblokir,” ungkap Vinsen.

Sebagai informasi, sebelumnya Facebook Inc telah menghapus 207 halaman, 800 akun Facebook, 546 grup, serta 208 akun Instagram Indonesia yang diduga berkaitan dengan Saracen, sindikat berita palsu.

Sejumlah akun yang dihapus adalah akun Permadi Arya (halaman), Kata Warga (halaman), Darknet ID (halaman), ac milan indo (Grup), berita hari ini (Grup),.

Nathaniel Gleicher, Head of Cybersecurity Policy melalui keterangan resminya menyebutkan ratusan akun yang dihapus tersebut berhubungan dengan sindikat Saracen.

 

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190208142009-12-367488/dituduh-saracen-abu-janda-tuntut-mark-zuckerberg-rp1-triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *