Tidak Ada Lagi Korban Lion Air di Dasar Laut

Marsdya M. Syaugi, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) meyakini pihaknya telah menemukan semua korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610. Dia menyatakan sudah tidak ada lagi korban di dasar laut.

Pesawat naas itu terjatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, pada tanggal 29 Oktober 2018. Sejumlah 189 penumpang beserta awak pesawat Lion Air dinyatakan meninggal.

Syaugi menyebutkan selama 13 hari pencarian, pihaknya menemukan 196 kantong jenazah.

“Dari 196 itu kami merasa yakin semua ada di situ, karena di dasar laut di radius 250 meter di tempat jatuhnya pesawat Lion itu termasuk di Pantai Tanjung Karawang itu sudah tidak ada lagi ditemukan. Jadi sampai hari ke-12 pun sudah tidak ada, hari ke-13 tidak ada, kita mau mencari ke mana lagi,” ungkapnya setelah Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (21/1).

Sebelumnya perwakilan keluarga korban menemui Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR hari ini. Mereka meminta bantuan mengenai pencarian korban yang telah dihentikan dan sikap Lion Air yang dianggap tidak berpihak pada korban.

Sejak operasi pencarian dimulai 29 Oktober hingga 10 November 2018, tim mendapati 196 kantong jenazah yang berisi sekitar 666 potongan tubuh korban. Semua potongan bagian tubuh korban tersebut telah diserahkan ke RS Polri untuk diidentifikasi.

125 penumpang telah diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Sebanyak 64 korban tidak teridentifikasi hingga proses identifikasi dihentikan Minggu, 23 November 2018. Korban yang berhasil diidentifikasi terdiri dari 89 laki-laki dan 36 perempuan.

Syaugi menyebutkan penemuan potongan tubuh korban itu adalah bukti bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal. Pencarian juga tidak bergantung pada panjang dan singkatnya waktu melainkan pada hasil yang diperoleh.

“Bukan merasa (ditemukan semua), faktanya begitu, faktanya sudah 196 kantong itu sudah ditemukan dan di bawah tidak ada lagi. Itu Tim SAR gabungan loh bukan hanya Basarnas, ada TNI, Polri, relawan semua. Jadi kami bersinergi tidak ada lagi yang dicari, kalau masih ada ya diambil saat itu,” ungkapnya.

Mengenai soal pencarian mandiri yang dilakukan oleh keluarga korban secara kolektif, Syaugi tidak mau mengomentari hal tersebut. Menurutnya pencarian mandiri merupakan hak keluarga korban.

Kepada Fahri, salah satu keluarga korban Lion Air mengatakan mengumpulkan dana secara kolektif untuk melakukan pencarian mandiri. Saat pencarian dilakukan pada Desember lalu, mereka mengklaim mendapati sejumlah tulang yang diyakini adalah keluarga mereka.

Namun cuaca buruk pada waktu itu tidak dapat membuat mereka mengangkat tulang tersebut. Syaugi menilai tulang tersebut tidak diketahui milik siapa. Kendati demikian dia memastikan tidak ada lagi pencarian oleh Basarnas.

“Kita kan enggak tahu tulang belulang itu tulang belulangnya siapa, kalau Basarnas kita sudah selesai saat itu dengan apa yang sudah kita laporkan,” ungkapnya.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190121192312-20-362613/basarnas-tak-ada-lagi-korban-lion-air-pk-lqp-di-dasar-laut

Foto: https://www.pexels.com/photo/beach-buoy-close-up-hanging-268959/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *