Rizal Ramli Sebut Kecurangan Pilpres Dapat Memicu ‘People Power’

Rizal Ramli seorang Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman memprediksi gerakan masyarakat akan terjadi kembali jika penyelenggara dan peserta Pemilu melakukan kecurangan dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Jadi kalau ada yang coba super curang, kalau curang dikit-dikit ya namanya politik. Tapi kalau super curang, itu akhirnya akan menantang people power,” ungkap Rizal Ramli dalam diskusi publik Refleksi Malari: Ganti Nakhoda Negeri? di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Selasa (15/1).

Kemudian Rizal  mengkritik hasil beberapa lembaga survei atas elektabilitas dan kepuasan masyarakat terhadap kedua paslon presiden dan wakil presiden. Dia melihat hasil survei kini tak lagi riil menggambarkan kondisi di masyarakat.

“Come on! Saat jaya-jayanya Jokowi cuma 52 persen. Kok hari ini Denny JA klaim 56 persen? Jadi lembaga survei kompak me-maintain gap (dengan Prabowo) 20 persen jadi menjustifikasi kecurangan,” ungkap Rizal Ramli.

LSI Denny JA pada November 2018 merilis 56,8 persen koresponden puas atas kinerja pemerintah dalam bidang ekonomi. Sedangkan 35,6 persen sisanya tidak puas dengan performa pemerintah di bidang ekonomi.

Menurut hasil survei tersebut, 58,7 persen publik optimis kondisi ekonomi rumah tangga mereka akan lebih baik. Hal tersebut berkat dari program Jokowi seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beras Sejahtera (Rastra), Program Keluarga Harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, dan pembagian sertifikat tanah.

LSI Denny JA juga mencatat angka elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekitar 31,2 persen sedangkan kubu petahana unggul di atas 20 persen dengan elektabilitas 53,2 persen.

Sebagai perbandingan, Lembaga survei Y Publica yang merilis survei kemarin memperlihatkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin walaupun stagnan tetapi masih unggul dari paslon dengan no urut dua

Y Publica melakukan survei pada 8 Desember 2018-8 Januari 2019 itu kepada 1.200 orang. Metode yang dipakai adalah multistage random sampling dan margin error sekitar 2,98 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Dalam hasil survei tersebut elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 31,9 persen sedangkan Jokowi-Maruf sebesar 53,5 persen.

Rizal Ramli menyebutkan survei versi LSI Denny JA itu tidak sama dengan yang ia temukan ketika berkunjung ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat. Dia mengaku  selisih elektabilitas di antara kedua paslon tersebut tidak lebih dari 10 persen.

“Jokowi sekarang stagnan, Prabowo naik. Saya akan kultweet nanti gapnya sekarang di bawah 10 persen. Jadi kalau mau (Prabowo) menang kudu double digit. Tidak bisa dicurangi,” ungkapnya.

Menurutnya, kemenangan Prabowo-Sandiaga bisa didapat dengan dua digit jika seluruh relawan dan pendukung militan hingga pada waktu pencoblosan april mendatang.

Rizal juga berharap lembaga survei di Indonesia sama seperti lembaga survei yang ada di Amerika Serikat yang terbuka menginfokan ke masyarakat pemberi dana mereka. Dia menilai, hal tersebut dapat membuat masyarakat benar-benar mengerti maksud pelaksanaan survei.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190115141601-32-360983/rizal-ramli-ingatkan-kecurangan-pilpres-picu-people-power

Foto: https://www.pexels.com/photo/abandoned-antique-architecture-building-263532/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *