Puskaptis: di Sumatera dan Jawa, Jokowi Tertinggal Jauh

Menjelang pilpres 2019 paslon dengan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf masih tertinggal dari pesaingnya paslon dengan nomor urut 02 Prabowo-Sandi di Pulau Sumatera. Hal itu berdasarkan dari hasil survei terbaru Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Husin Yazid selaku Direktur Utama Puskaptis menyebutkan Jokowi-Ma’ruf hanya unggul di Lampung. Sedangkan sembilan provinsi lainnya di Pulau Sumatera berada di kubu paslon Prabowo-Sandi.

“Prabowo-Sandi mendapatkan 58,1 persen dan pasangan Jokowi-Ma’ruf 32,7 persen,” ungkap Husin di Hotel Ibis Budget, Menteng, Selasa (29/1).

Hasil itu didapatkan setelah survei kepada 2.100 orang di 34 provinsi Indonesia pada 8-14 Januari 2019. Responden dipilih secara random sistematis dengan margin error sekitar 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Husin menyebutkan Jokowi juga mulai kehilangan suara empat provinsi di Pulau Jawa yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Yogyakarta. Menurut hasil surveinya, Jokowi hanya unggul di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun, Husin tidak mengatakan perolehan suara Jokowi di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Lampung yang menjadi daerah pemenangan paslon Jokowi-Ma’ruf. Puskaptis hanya membocorkan  hasil survei secara umum yang memperlihatkan bahwa Jokowi-Ma’ruf masih unggul dari Prabowo Sandi.

Kendati demikian, Husin mengingatkan bahwa paslon harus memastikan perolehan suara mereka di pulau Sumatera dan Jawa jika ingin menjadi presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Klaim Netral

Husin mengaku lembaga surveinya netral dan merilis hasil survei sesuai dengan yang diperoleh di lapangan. Ia pun memberi contoh hasil surveinya dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Kala itu, ungkap Husni, lembaganya berbeda sendiri dengan lembaga survei lainnya yang hingga H-1 pencoblosan masih menyebutkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menang.

Sementara itu, lembaganya menyebutkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang akan terpilih dan itu terbukti kini.

“Jadi artinya ini bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Hal ini disampaikan sebab pada lima tahun yang lalu, Puskaptis menjadi satu dari tiga lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa melalui perhitungan cepat dengan hasil 52,06 persen.

Perhitungan Puskaptis pun juga pernah meleset dalam Pilgub DKI Jakarta 2012. Saat itu, Puskaptis mengatakan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) akan mengalahkan Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok) pada Pilgub DKI 2012.

Menurut hasil survei itu, elektabilitas Foke-Nara mencapai 47,22 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi-Ahok dengan elektabilitas 15,16 persen.

Yang pada akhirnya, Jokowi-Ahok yang menjadi pemenang saat itu. Dalam putaran pertama, menurut perhitungan KPU, Jokowi-Ahok memperoleh suara 42,60 persen dan Foke-Nara mendapatkan 34,05 persen.

Dalam putaran kedua, Jokowi-Ahok kembali unggul dengan 53,82 persen. Sementara itu, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli memperoleh 46,17 persen

Husin menyebutkan setiap lembaga survei memiliki metodologi masing-masing. Setiap survei dilakukan dengan metodologi ilmiah dan benar, ia menegaskan.

“Biaya dan independensi dilakukan. Kami tidak berafiliasi dengan kedua paslon. Ini pure kami lakukan beri pengetahuan kepada masyarakat,” tuturnya.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190129175556-32-364830/puskaptis-jokowi-tertinggal-jauh-di-sumatera-dan-jawa

Photo by Lukas from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *