Presiden Diminta Memberikan Komitmen Nyata Melawan Teror terhadap KPK

Yudi Purnomo, Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyebutkan jajaran pegawai KPK berharap supaya Presiden Joko Widodo menunjukkan komitmen nyata melawan segala bentuk teror terhadap KPK.

Komitmen nyata dari Presiden Jokowi dianggap mampu menjamin peristiwa teror terhadap pejabat dan pegawai KPK tidak terjadi lagi.

Hal itu menyikapi dugaan teror di kediaman Agus Rahardjo dan Laode M Syarif selaku Ketua dan Wakil Ketua KPK.

“Bapak Presiden harus menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi secara serius dengan memastikan pengungkapan berbagai macam intimidasi kepada pimpinan, pejabat dan pegawai KPK,” ucap Yudi, Rabu (9/1/2019) malam.

Adalah teror kesembilan yang pernah dialami jajaran KPK. Dia menilai, ada sejumlah teror lainnya yang pernah terjadi kepada jajaran KPK.

“Teror pertama adalah penyerbuan dan teror terhadap fasilitas KPK yang dikenal dengan nama safe house. Dua ancaman bom ke gedung KPK. Ketiga teror bom ke rumah penyidik KPK, penyiraman air keras dan kendaraan milik penyidik dan pegawai KPK,” terang Yudi.

Kemudian ancaman pembunuhan terhadap pegawai dan pejabat, percobaan pembunuhan terhadap penyidik, perampasan perlengkapan milik penyidik dan penculikan jajaran KPK yang sedang bertugas.

Yudi pun mengambil contoh beberapa kasus yang pernah terjadi. Pertama, kasus teror yang terjadi sekitar bulan Juli 2015 lalu yang dialami oleh penyidik KPK Apip Julian Miftah.

Kemudian penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan seorang penyidik KPK yang terjadi sekitar bulan April 2017 silam. Ia juga menyinggung kasus penyiraman air keras ke mobil pegawai KPK lainnya.

“Kami berharap atensi dari Presiden itu lebih sehingga kasus ini (dugaan teror di rumah pimpinan KPK) bisa terungkap dengan cepat jangan sampai ini dibiarkan bisa jadi ada teror ke-10, ke-11, ke-12 dan sebagainya,” ungkap dia.

“Kami yakin ini bukanlah yang terakhir, jika ini tidak terungkap, bisa jadi besok ada penyidik, jaksa, pejabat, pegawai KPK yang lain yang melakukan tugas kemudian diteror,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dugaan teror di rumah Agus berupa benda mencurigakan. Benda tersebut ditemukan tergantung di pagar rumah Agus yang diduga menyerupai bom. Selanjutnya dugaan teror berupa serangan bom molotov ke rumah Laode.

Menurut informasi yang didapatkan, benda mencurigakan di rumah Agus itu terdiri dari sebuah rangkaian menyerupai bom paralon berisi baterai, paku, kabel, serbuk putih, detonator, sikring, dan tas berwarna hitam.

Sedangkan mengenai serangan bom molotov di rumah Laode. Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebutkan dari pemeriksaan sementara terdapat dua bom molotov yang dilemparkan pelaku ke rumah Laode.

Kepolisian sedang memeriksa rekaman kamera CCTV untuk mengidentifikasi para pelaku. Polisi juga telah membentuk tim yang terdiri dari tim Laboratorium Forensik dan Inafis dibantu Densus 88 untuk memecahkan kasus tersebut.

Selain itu, polisi menggelar olah TKP, meminta keterangan saksi, dan menganalisis alat bukti yang berada di lokasi.

Sumber:  https://nasional.kompas.com/read/2019/01/10/07115121/jokowi-diminta-tunjukkan-komitmen-nyata-melawan-teror-terhadap-kpk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *