Polisi Menahan Pengunggah Ujaran Kebencian Kepada Jokowi

Polisi meringkus IS (20) dan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian terhadap presiden sekaligus calon presiden dengan nomor urut 01 Joko Widodo.

Saiful Alam selaku Kapolres Mataram AKBP seperti dilansir Antara, Senin (21/1) menyebutkan konten ujaran kebencian yang diunggah IS dikhawatirkan dapat menimbulkan rasa benci, permusuhan, dan ketersinggungan.

Lewat akun jejaring sosial media Facebook yang bernama ‘Imran Kumis’, pelaku mengunggah konten yang berisi ujaran kebencian pada hari Jumat (18/1), atau sehari usai tayangan debat perdana capres dan cawapres.

Dalam konten unggahannya, IS menyinggung Capres RI Joko Widodo dengan mengaitkan isu agama. Polisi tak menerangkan secara rinci konten unggahan IS.

Konten unggahan tersangka mendapat beberapa respon negatif di kolom komentar. Bahkan, seorang kawan media sosialnya yang menegur unggahan tersebut tidak pantas untuk dipublikasikan. Komentar tersebut dibalas dengan tanggapan buruk dari tersangka.

IS pun kemudian merespon komentar kawan media sosialnya itu dengan berfoto di depan rumah sambil mengacungkan pedang. Komentarnya pun terkesan menantang orang lain bahwa dirinya benar.

“Dia mengaku dengan alasan tidak terima orang dari agama tertentu dalam memilih capres tertentu,” ungkapnya.

Tim Satreskrim Polres Mataram yang mendapati persoalan ini langsung turun lapangan dan meringkus IS pada hari Sabtu (19/1) di rumahnya, Ampenan Tengah, Kota Mataram.

Barang bukti berupa satu unit telepon genggam merek Oppo A37F yang dipakai tersangka untuk mengunggah status, kartu identitas, serta pedang ikut diamankan.

Akibat dari perbuatannya, tersangka IS dijerat dengan sangkaan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE).

Sebelumnya, polisi juga meringkus Umar Kholid Harahap, pelaku penyebar berita palsu atau hoaks ijazah palsu Presiden Joko Widodo di Bekasi, Jawa Barat. Warga Kampung Mede, Bekasi, ini diringkus pada 19 Januari 2019 sekitar pukul 00.30 WIB.

Kini Umar Kholid telah digelandang ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190121131614-12-362461/polisi-tangkap-pengunggah-ujaran-kebencian-terhadap-jokowi

Foto: https://pixabay.com/id/tipuan-papan-papan-tulis-lingkaran-2097365/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *