Polisi Diminta Selesaikan Penyidikan Terkait Jalan Gubeng yang Retak

Setelah sebelumnya amblas, kini di Jalan Gubeng Kota Surabaya, terpantau ada retakan. Diduga retakan tersebut terjadi lantaran belum tertutupnya lubang galian basement secara keseluruhan.

Lubang galian sebesar 5 kali 5 meter tak segera ditutup karena masih menjadi barang bukti terkait amblasnya jalan Gubeng pada bulan Desember tahun 2018 lalu.

Wahyu P Kuswanda, Humas Balai Besar Jalan Nasional Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya menyatakan lubang galian yang tersisa itu membahayakan, karena lokasinya sangat dekat dengan dua lajur Jalan Gubeng sisi barat.

“Itu lubang galian 5 kali 5 meter itu jaraknya sangat dekat dengan badan jalan sisi barat Jalan Raha Gubeng, di lapangan sudah ada keretakan di lerengan galian itu, dan juga sudah merambat di pengerasan di aspal jalan,” ungkap dia ketika ditemui di Surabaya, Senin (21/1).

Sampai saat ini, berdasarkan pantauannya, minimal ada tiga titik retakan di jalan itu, dengan panjang lintangan 50 sentimeter dan kelebaran 2 milimeter. Wahyu mengatakan pihaknya mengkhawatirkan retakan itu bakal semakin merembet dan melebar ke badan jalan yang lain.

Untuk mengantisipasinya, sementara ini tiga retakan itu hanya ditambal sulaman aspal. Fungsinya hanya sebagai penghalang masuknya aliran air melalui celah retakan.

“Tambal sulam itu akan memperlambat saja, jadi dengan adanya retakan ditutup, hanya untuk mencegah air hujan untuk tidak masuk ke bawah kekerasan jalan, karena air kalau sudah masuk ke tanah bisa mengalir ke samping, membuat instabilitas badan jalan,” papar Wahyu.

Terlebih lagi cuaca Surabaya yang belakangan ini mengalami curah hujan yang tinggi. Hal itu bisa saja memperparah kerusakan karena hujan membuat struktur air menjadi meninggi di area tersebut.

Untuk itu, lanjut Wahyu, pihaknya pun telah mengedarkan surat rekomendasi kepada Wali Kota Surabaya, Kepolisian Daerah Jawa Timur Surat Ketua bernomor : BK.0303-Komite K2/06 tertanggal 19 Januari 2019 mengenai: Terkait Penanganan Setelah Ditimbun Kembalinya Kelongsoran pada Jalan Raya Gubeng.

“Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng Surabaya berharap pencarian barang-bukti
yang dilakukan pihak Kepolisian segera tuntas, sehingga galian tanah 5 meter kali lima meter itu segera bisa ditimbun kembali dan rekonstruksi saluran serta jalur pedestrian pada sisi barat Jalan Raya Gubeng Surabaya segera bisa diselesaikan agar pembukaan dan pengoperasian 4 lajur Jalan Raya Gubeng Surabaya dapat segera dilakukan,” ujar Wahyu.

Sementara itu, secara terpisah Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim menyebutkan lubang galian barang bukti di sisi Jalan Raya Gubeng Surabaya bakal diurug ketika proses penyidikan kasus amblasnya jalan tersebut telah diselesaikan

“Jika itu sudah selesai dan dinyatakan oleh penyidik bahwa penyidikan itu tidak lagi memerlukan locus delikti maka kita tidak akan menghalangi pekerjaan itu, silahkan di urug dan sebagainya,” ungkap dia.

Tetapi, jika proses pencarian dan pembuktian belum selesai dilakukan, maka pihaknya pun tidak akan mengizinkan pihak manapun untuk melakukan pengurukan di galian tersebut

“Tetapi kalau diperlukan dalam rangka pembuktian membuat suatu pidana maka kita lakukan pelarangan dulu untuk dilakukan pengurukan,” ungkapnya.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190121174021-20-362563/jalan-gubeng-retak-polisi-diminta-selesaikan-penyidikan

Foto: https://pixabay.com/id/aspal-retak-latar-belakang-baris-315756/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *