Pidato Prabowo Tak Jabarkan Solusi

Dedek Prayudi selaku Juru Kampanye Nasional TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menganggap pidato kebangsaan ‘Indonesia Menang’ capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Senin (14/1) malam cuma bertujuan untuk mengkritik pemerintahan Jokowi tanpa memiliki landasan yang kuat.

Ia lalu menyindir bahwa pidato Prabowo itu hanya terkesan sebagai retorika untuk menghibur para pendukungnya daripada memberikan solusi konkret bagi bangsa Indonesia.

“Pidato beliau retoris, jadi beliau hanya terkesan ingin meng-“entertain” pendukungnya, tapi minim solusi,” ungkap Dedek, Selasa (15/1).

Politikus dari partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu melihat berbagai ucapan Prabowo mengenai kelaparan, kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi di Indonesia saat ini masih belum menyasar pangkal persoalan.

Ia menyebutkan berbagai ucapan itu tak ada bedanya dengan sebuah retorika normatif yang tidak menyentuh tantangan pembangunan Indonesia sesungguhnya.

“Janji meningkatkan gaji, janji menurunkan ketimpangan, kemiskinan, dan lain-lain sangat retoris. Beliau tidak secara gamblang menawarkan solusinya apa? kecuali mengambang tanpa langkah kongkret,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Dedek juga menyinggung cara Prabowo terkait dalam kondisi utang Indonesia saat ini. Di acara tersebut, Prabowo menyinggung bahwa Indonesia tak boleh menjadi bangsa yang kalah dengan meminta-minta dan terus menumpuk utang.

Menurutnya, apabila bicara nominalnya utang di Indonesia memang meningkat signifikan. Akan tetapi, secara rasio dibanding Product Domestic Bruto (PDB) utang Indonesia tidak meningkat signifikan.

“Artinya, cara beliau melihat utang ini sangat bias, seperti tidak paham bagaimana cara membaca utang. Apalagi, sebagian besar rasio utang kita sudah diwarisi oleh pemerintah SBY, mentor pak Prabowo,” ungkap dia.

Berdasarkan hal tersebut, Dedek menganggap Prabowo hanya menyajikan kesan kepada pendukungnya bahwa suaranya lebih lantang dari pemahamannya terkait persoalan pembangunan.

Ia menyebutkan pidato tersebut hanya sekedar retorika khayalan (utopis) tanpa mampu memberikan solusi terbaik bagi persoalan bangsa Indonesia.

“Beliau menawarkan retorika utopian dreams, minim solusi, tidak menjabarkan bagaimana caranya, apa efek sampingnya, bagaimana cara menangani efek sampingnya bagi negara,” papar dia.

Sebagai indormasi, Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kebangsaan di Jakarta Convention Center, Senin (14/1) malam.

Mantan Jenderal TNI itu mengkritik berbagai masalah seperti kemiskinan dan kinerja aparat penegak hukum dan aparat keamanan.

Prabowo juga menyisipkan visi misi yang dia kemas dalam lima fokus nasional.

Fokus pertama adalah menciptakan ekonomi yang mengutamakan rakyat, ekonomi yang adil, ekonomi yang mensejahterakan semua orang Indonesia dan ekonomi yang melestarikan lingkungan Indonesia.

Kedua, Prabowo menyebutkan ingin meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Ketiga, memastikan keadilan hukum dan menjalankan demokrasi yang berkualitas.

Keempat, Prabowo ingin membuat Indonesia menjadi rumah yang aman bagi semua rakyatnya. Fokus kelima, kata Prabowo adalah penguatan karakter dan kepribadian bangsa.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190115062307-32-360817/jurkam-jokowi-pidato-retorik-prabowo-tak-jabarkan-solusi

Foto: https://www.pexels.com/photo/night-music-band-microphone-9137/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *