Pidato ‘Inteli’ Ulama Sebuah Bentuk Peringatan untuk Aparat dari Prabowo

Rachland Nashidik selaku Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat menganggap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyindir kinerja aparat intelijen saat menyampaikan pidato kebangsaan semalam sebagai bentuk peringatan.

Dalam pidatonya yang bertajuk ‘Indonesia Menang’ tadi malam, Prabowo meminta agar intelijen tidak mengawasi ulama, mantan presiden, mantan ketua MPR, hingga mantan panglima TNI.

“Itu adalah suatu warning Pak Prabowo jangan sampai intelijen itu malah menginteli rakyat, apalagi menginteli presiden RI keenam. itu warning,” ungkap Rachland, Selasa (15/1).

Rachland mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat juga memperingatkan agar aparat intelijen tidak mengawasi gerak-gerik beberapa tokoh masyarakat yang aktif di dunia politik.

Rachland menilai, SBY sangat paham dengan kerja aparat intelijen pasalnya belum lama selesai menjabat presiden ke-6 RI selama dua periode.

“Secara umum itu adalah suatu imbauan, seruan Pak Prabowo agar demokrasi, dijaga, dengan cara memastikan netralitas dari aparat-aparat negara terutama intelijen Kepolisian dan TNI,” terangnya.

Sementara itu, Ferdinand Hutahaen, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Demokrat menyebutkan pernyataan Prabowo merupakan peringatan agar Badan Intelijen Negara (BIN) netral di tengah kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Apa yang disampaikan pak Prabowo itu merupakan sebuah warning, peringatan agar BIN netral di dalam demokrasi ini,” ungkap Ferdinand.

Bukan tanpa alasan Ferdinand mengatakan Prabowo menyampaikan peringatan tersebut. Dia melihat, Budi Gunawan selaku Kepala BIN kerap hadir dalam beberapa kali kesempatan di acara Partai Demokrasi Indonesia Indonesia (PDIP).

“Kita melihat beliau sering hadir di PDIP, dan ini tentu saja bisa diindikasikan sebagai sebuah keberpihakan karena tidak seharusnya kepala BIN hadir di acara-acara partai politik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ferdinand yanag juga anggota Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menyebutkan bahwa Prabowo bukan dalam posisi menuduh BIN sedang mengawasi sejumlah tokoh masyarakat, termasuk SBY. Dia menyebutkan Prabowo ingin menyampaikan peringatan agar demokrasi Indonesia berjalan baik.

“Supaya lembaga negara seperti BIN betul-betul hanya bertugas untuk mendeteksi dini musuh dan gangguan terhadap bangsa dan negara kita, tidak digunakan dan diperalat oleh kekuasaan untuk menginteli lawan politiknya,” kata dia.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190115184909-32-361056/pidato-inteli-ulama-bentuk-peringatan-prabowo-untuk-aparat

Foto: https://www.pexels.com/photo/black-and-gray-microphone-164829/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *