Perubahan Perilaku Konsumen Penyebab Ritel Gugur

Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) jatuhnya gerai-gerai ritel yang terjadi awal tahun ini merupakan dampak dari perilaku konsumen yang berubah serta persaingan bisnis ritel yang semakin ketat.

Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum menyebutkan persaingan antar ritel konvensional semakin tajam karena seluruh pelaku usaha ingin mengambil ceruk pasar yang semakin sedikit setelah kedatangan e-commerce.

Di sisi lain, di era digital perilaku konsumen berubah. Tak heran, banyak ritel yang harus tunduk dengan keadaan.

“Memang persaingan ritel ini sangat ketat. Di samping itu, perilaku pembeli sudah berubah,¬†e-commerce¬†tentu ada pengaruhnya. Maka itu, persaingan dalam sesama ritel konvensional juga semakin ketat,” terang Hariyadi, Senin (14/1).

Kondisi ini diperparah, Ia melanjutkan, dengan kondisi daya beli masyarakat yang dikatakannya masih belum membaik. Namun, ia enggan mengelaborasi lebih jauh mengenai faktor tersebut.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) per kuartal III kemarin, secara tahunan pertumbuhan konsumsi ada di angka 5,01 persen atau melemah ketimbang kuartal sebelumnya 5,14 persen. Kendati demikian, angka ini masih lebih baik dari pada kuartal III 2017 sebesar 4,93 persen.

“Hal yang perlu dilihat adalah daya beli masyarakat juga ada pengaruh. Ini mengakibatkan beberapa ritel itu tidak bisa bertahan,” lanjut dia.

Meskipun begitu, ia yakin industri ritel tak akan menyerah begitu saja. Hariyadi menganggap ada kemungkinan sektor ritel justru akan berkembang melalui ranah e-commerce agar bertahan dalam persaingan.

“Bisa jadi seperti itu, karena kan ujung-ujungnya, usaha tentu akan mencari efisiensi,” tandas dia.

Sebagai informasi, PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) menutup total 26 gerai ritelnya seiring dengan lesunya bisnis makanan yang dijual ritel modern itu. Imbasnya 532 orang karyawan kehilangan pekerjaannya.

Manajemen Hero Supermarket mengaku bisnis ritel penjualan makanan turun hingga 6 persen. Imbasnya perusahaan menanggung kerugian hingga sebesar Rp163 miliar pada kuartal ketiga tahun ini atau lebih dari dua kali lipat kerugian kuartal III 2017, yaitu senilai Rp79 miliar.

Tony Mampuk selaku Corporate Affairs GM Hero Supermarket menyebutkan bahwa manajemen melakukan efisiensi demi keberlanjutan bisnis grup.

“Kami tutup semua, karena beban operasional tinggi dan kerugian semakin besar,” ungkapnya, Minggu (13/1).

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190114181956-92-360730/apindo-sebut-ritel-gugur-karena-perilaku-konsumen-berubah

Foto: https://www.pexels.com/photo/booth-branding-business-buy-264636/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *