Pejabat Sinarmas Gunakan Kata Sandi “Alquran” untuk Menyuap Anggota DPRD

Menyuap empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, tiga orang pejabat Sinarmas menjadi terdakwa.

Ketiganya yaitu Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk Edy Saputra Suradja. Edy juga menjabat sebagai Direktur/Managing Director PT Binasawit Abadi Pratama (BAP).

Kemudian, Direktur Operasional Sinarmas Wilayah Kalimantan Tengah IV, V dan Gunungmas Willy Agung Adipradhana. Willy juga menjabat Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinarmas untuk wilayah Kalimantan Tengah-Utara.

Satu terdakwa lainnya yaitu Department Head Document and License Perkebunan Sinarmas Wilayah Kalimantan Tengah-Utara Teguh Dudy Syamsuri Zaldy.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (11/1/2019), mengatakan adanya kata sandi yang dipakai pejabat Sinarmas, yang diduga untuk menyamarkan penyebutan uang.

Menurut jaksa, pada 26 Oktober 2018, Windy Kurniawan seorang pegawai PT BAP mengambil uang Rp 240 juta di bagian bendahara perusahaan.

Selanjutnya, Willy Agung menghubungi Windy dan memberitahukan bahwa uang Rp 240 juta dengan kata sandi “Alquran” telah tersedia.

Willy mengabarkan Windy bahwa uang tersebut akan diambil oleh staf lain yang bernama Tirra Anastasia Kemur.

Menurut jaksa, setelah itu Windy menyerahkan uang tersebut kepada Tirra. “Uang tersebut diserahkan kepada Tirra dalam tas jinjing kain warna hitam,” ungkap jaksa Titto Jaelani.

Kemudian, Windy dihubungi oleh Teguh Dudy dan diberitahu supaya menghubungi dua anggota DPRD, yaitu Arisavanah dan Edy Rosada.

Selanjutnya Edy dan Windy bertemu di Food Court Sarinah, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu, Tirra menyerahkan uang yang berada di dalam tas hitam tersebut kepada Arisavanah dan Edy.

Setelah transaksi, ketiganya diringkus oleh petugas KPK. Menurut jaksa, pemberian uang Rp 240 juta itu diduga supaya anggota Komisi B DPRD tidak melakukan rapat dengar pendapat terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Seruyan, Kalteng, yang melibatkan PT BAP.

Padahal, rapat tersebut berfungsi sebagai salah satu instrumen pengawasan anggota dewan. Selain itu, agar Komisi B tidak membahas masalah tidak adanya Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPH) dan tidak adanya izin Hak Guna Usaha (HGU), serta belum ada plasma yang dilakukan oleh PT BAP.

Sumber:  https://nasional.kompas.com/read/2019/01/11/16464201/menyuap-anggota-dprd-pejabat-sinarmas-gunakan-kata-sandi-alquran.
Foto: https://pixabay.com/id/uang-rupiah-gaji-ekonomi-keuangan-3431770/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *