Optimis, Penyaluran KPR Tumbuh Dua Digit

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)  menargetkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat menyentuh dua digit di tahun ini.

Segmen rumah menengah yang didominasi pembeli pertama atau sebelumnya belum memiliki rumah akan mendorong Pertumbuhan KPR.

Tambok Simanjuntak, Direktur Retail Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan perusahaan cukup optimistis karena proyeksi analis menyebutkan bahwa kondisi makroekonomi 2019 akan lebih baik daripada tahun kemarin.

Selain itu, ia juga yakin karena masih banyak masyarakat pertumbuhan KPR meningkat, khususnya keluarga milenial kelas menengah, yang masih memerlukan hunian.

Hal itu, kata Tambok, terlihat dari profil nasabah KPR BNI yang mayoritas merupakan masyarakat yang baru pertama kali memiliki rumah. Namun, dia tak ingat proporsi golongan nasabah terhadap seluruh nasabah KPR BNI.

“Kenapa akan tumbuh, karena semua orang masih butuh rumah. Kebetulan nasabah kami adalah masyarakat yang memang pertama kali beli rumah, dan tren ini akan berlanjut,” ungkap Tambok, Rabu (23/1).

Ia pun mengaku yakin pertumbuhan KPR BNI bisa mencapai dua digit atau di kisaran 13 persen hingga 15 persen sesuai target pertumbuhan total kredit perusahaan. Adapun hingga tahun lalu, total KPR outstanding BNI sebesar Rp40,75 triliun atau naik 9,9 persen dari 2017.

“Sebetulnya mau 10 persen, 11 persen, atau 12 persen itu tak apa, yang penting kredit kami tumbuh dan masuk ke arah double digit,” papar dia.

Sedangkan untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga menargetkan pertumbuhan yang sama. Nixon Napitupulu, Direktur Collection and Asset Management BTN menyebutkan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan KPR tahun ini sebesar 15 persen.

Hanya saja, target pertumbuhan KPR untuk tahun ini dinilia lebih rendah daripada realisasi pertumbuhan KPR tahun lalu sebesar 17 hingga 18 persen.

Nixon mengatakan ada sejumlah alasan yang membuat BTN menurunkan target tersebut. Pertama, BTN melihat pertumbuhan ekonomi masih tidak akan bergerak jauh daripada tahun lalu, sehingga mungkin ada dampaknya ke permintaan rumah.

Alasan kedua, kata dia, adalah tahun politik. Dia menganggap, tahun politik tidak akan berdampak kepada permintaan bagi masyarakat yang memang baru pertama kali membeli rumah. Namun, jika masyarakat memanfaatkan properti sebagai instrumen investasi maka kondisi ini akan berpengaruh.

“Jadi apakah tahun politik ada pengaruhnya, maybe yes maybe no. Jadi kami perkirakan permintaan kuartal I akan melemah sebelum pemilihan umum, dan hasilnya sudah kami sampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa kami menargetkan pertumbuhan KPR 15 persen,” terang Nixon.

Di sisi lain itu, ada satu alasan internal perusahaan untuk menahan pertumbuhan KPR tahun ini. Ia menerangkan, likuiditas perbankan terbilang ketat sejak tahun lalu sehingga perseroan mau tak mau menurunkan laju KPR.

Namun, kondisi dapat berubah jika nantinya Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate. Jika hal itu terjadi, maka BTN akan merevisi target pertumbuhan penyaluran KPR tahun ini.

“Kami ramal setelah semester I mungkin ada pick up dari sisi ekonomi. Kalau interest rate ini turun, tentu penyaluran kredit bisa saja naik,” tandas dia.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190123181137-78-363232/btn-dan-bni-optimis-penyaluran-kpr-tumbuh-dua-digit

Foto: https://pixabay.com/id/alam-pegunungan-switzerland-1547302/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *